Pages

Sabtu, 06 Februari 2010

Petani Pernah Dapat saldo Rp 13 Triliun


Mendapat uang banyak secara tiba-tiba dan tanpa jerih payah tak pernah dibayangkan H. Alimin.Petani yang tinggal di Jalan Gunung Tolong, Kec. Bacukiki Barat, Parepare, mendapat dana segar Rp 13 triliun melalui buku tabungan Bank Mandiri miliknya. Padahal, awalnya saldonya hanyaRp 5,7 juta.

Namun, dana yang melampaui dana talangan Bank Century Rp 6,7 triliun tersebut tak pernah dicicipinya. Malah Alimin kecewa dengan masuknya dana tanpa diketahuinya itu. Pasalnya, tabungannya tiba-tiba diblokir dan saldo berganti menjadi minus Rp 9 triliun.
Saya kecewa karena uang di tabungan saya bisa keluar tanpa sepengetahuan dan tandatangan pemilik buku. Apalagi, saya kelihatannya dibuat berutang Rp 9 triliun. Bagaimana cara saya membayarnya? tuturnya, Kamis 4 Februari.
Menurut Alimin, hal tersebut sudah dilaporkan ke pihak Polresta Parepare bahkan ditindaklanjuti oleh oknum Polda Sulselbar. Namun tak ada kabar kelanjutannya. Masuknya dana Rp 13 triliun tercatat tanggal 2 November 2008 dengan kode transaksi lain-lain. Pada hari yang sama, dana justru minus Rp 9 triliun.
Icha, menantu Alimin, menuturkan, saat akan menarik uang, pegawai bank langsung mencurigainya.Kata pegawai banknya, ada komputernya error. Tapi setelah buku tabungan diganti masih saja tertulis Rp 13 triliun. Akhirnya buku itu diminta ditinggal, tuturnya.
Apesnya, di buku tabungan yang baru hanya kepala cabang yang bertandatangan. Pihak nasabah juga tak dikonfirmasi terkait penerbitan buku tabungan baru. Kami heran, kalau komputer error harusnya di buku tabungan baru sudah bagus. Tapi sama saja, bahkan nasabah sesudah kami tetap bertransaksi di komputer itu, katanya.
Pihak keluarga khawatir, uang triliunan rupiah yang masuk ke tabungannya merupakan dana teroris atau dana talangan Bank Century dan akan berdampak pada tuntutan hukum terhadap Alimin ke depan.
Pemimpin Cabang Bank Mandiri setempat sudah memohon ke Alimin agar kasus tersebut tidak diekspos.
Sementara itu, Pemimpin Bank Mandiri Cabang Parepare, Dandung, yang disambangi ke kantornya tak berhasil ditemui. Ponselnya pun gagal tersambung.Bapak lagi rapat kerja di Makassar, kata seorang security Bank Mandiri.

1 comments:

Anonim mengatakan...

kwakakakakaa... aneh bin ajaib.. ada bank punya kesalahan sistem sampe segitu.. wajar klo bikin orng punya prasangka buruk.. klo misal ada skenario gini gimana : "bank nyari data rekening yang paling jarang melakukan transaksi buat pengalihan transfer.. duar pak alimin yang kena hehe trus transferan yang 22 triliun lari kemana ya? jangan2 duit panas tuh.. apalagi kejadianya mepet2 sama peristiwa demokrasi terbesar di indonesia gitu ... ups... heheh.. pisss