Pages

Tampilkan postingan dengan label MUI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Maret 2010

Fatwa Haram Tanpa Helm Sulit Terwujud

KursiTerbalik.com - Desakan badan yang peduli keamanan di jalanan, Road Safety Association (RSA) kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) supaya mengeluarkan fatwa berkendara sepeda motor haram hukumnya jika tidak memakai helm sepertinya sulit terwujud.

Sebagai gantinya MUI sebagai fasilitator diminta untuk merangkul ulama-ulama se-Indonesia agar menekankan betapa pentingnya keselamatan berkendara.

Hal itu diungkapkan Ketua umum Road Safety Association (RSA) Rio Octaviano ketika dihubungi detikOto, beberapa waktu lalu.

"Karena lebih efektif seperti itu. Jadi tidak terlalu tajam dengan fatwa haram jika berkendara tidak pakai helm. Dan sebaiknya MUI dalam hal ini sebagai fasilitator mengajak para ulama Indonesia untuk menyebarluaskan betapa pentingnya keselamatan bermotor, serta hukum-hukum berkendara yang seharusnya jangan dilanggar rider," jelas Rio.

Rio pun menjelaskan nantinya para ulama-ulama tersebut akan diberikan materi tentang keselamatan berkendara serta dasar-dasar hukum dari pelanggaran yang mengakibatkan kecelakaan.

Selain itu juga akan dibekali fakta kematian akibat kecelakaan bermotor sehingga para pengemudi yanhg ugal-ugalan tergerak dan tidak berkendara sekehendak hati.

"Nantinya para ulama-ulama dapat menegur ormas-ormas yang suka tidak menggunakan helm, naik motor lebih dari 2 orang, serta pelanggaran lalu lintas lainnya," ucapnya.

sumber : detikoto.com

Minggu, 21 Februari 2010

MUI bakal mengharamkan mengendarai sepeda motor tanpa helm




KursiTerbalik.com - Salah satu cara menekan angka kecelakaan lalu lintas, Road Safety Associtation (RSA) meminta dukungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melahirkan fatwa bahwa mengendarai sepeda motor tanpa helm haram hukumnya.

"RSA meminta bantuan MUI agar turut mengajak para ulama menyebarluaskan keselamatan berkendara, termasuk bersepeda motor yang aman," ujar Rio Octaviano, ketua umum RSA, usai bertemu Sekretaris Jenderal MUI Ichwan Syam, di Jakarta, Jumat (19/2).

Menurut Rio, MUI diharapkan bisa mengeluarkan fatwa. "Posisi ulama sangat strategis selaku pemimpin informal di tengah masyarakat kita. Sebagai negara yang penduduknya muslim terbesar di dunia, ulama menjadi panutan umat. Sinergi RSA dan MUI diharapkan memperluas dan mempercepat guliran pesan keselamatan jalan di tengah masyarakat," ujarnya.

Ulama memegang peran penting untuk mengajak umat berkendara yang santun dan bersahabat di jalan. "Maklum, kecelakaan sudah sangat memprihatinkan. Sepanjang 17 tahun terakhir lebih dari 185 ribu jiwa melayang akibat kecelakaan di jalan," papar Edo Rusyanto, Kepala Litbang RSA.

Ia menambahkan, korban luka berat dan ringan lebih dari 250 ribu orang. "Rata-rata, selama 17 tahun terakhir, setiap hari ada 32 orang yang tewas sia-sia di jalan," ujar Edo. Ironisnya,mayoritas korban kecelakaan adalah para pengendara sepeda motor.

Bagi Ichwan Syam, pihaknya amat mendukung usulan RSA tentang keselamatan jalan. "Kita wellcome, silakan dikoordinasikan dengan para ulama dan kyai. Kami akan fasilitasi bisa dalam bentuk diskusi atau semiloka yang selanjutnya para ulama memasukannya dalam khotbah mereka," ujar Ichwan.

Tentang fatwa haram tidak memakai helm saat bersepeda motor, Ichwan menyarankankan RSA agar membuat surat permintaan dengan menyandingkan alasan atau kajian dan data soal meruyaknya risiko berkendara tanpa helm. "Fatwa lahir dari kajian multi disiplin ilmu, MUI tak ingin fatwa menimbulkan kontro versi," ujarnya.

Edo menambahkan, selama ini, dari kajian yang ada bahwa pengendara sepeda motor yang korban tewas akibat kecelakaan jalan hampir 90%-nya akibat luka di kepala. "Itu menunjukkan mutlak memakai perlindungan helm yang berkualitas bagus," tegasnya. [Tom]