Pages

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Januari 2016

Mengapa anda masih merasa lelah dan gelisah setelah meminum secangkir kopi, disini penjelasannya

Kursiterbalik.com - Kopi merupakan bagian dari kehidupan umum sebagian besar pekerja Indonesia. Dengan hanya secangkir kopi anda akan merasakan seperti bertenaga kembali, apalagi jika diminum pada jam-jam dimana fatigue (kelelahan) sering menyerang. Tetapi pernahkah anda merasakah hal yang sebaliknya, setelah anda minum secangkir kopi yang anda rasakan justru merasa lelah, seperti kehabisan tenaga malah kadang dibarengi rasa sedikit pusing.
Gambar 1: Rasa Lelah setelah minum kopi

Mungkin disini sedikit penjelasan mengenai hal tersebut, di dalam otak manusia terdapat saraf neuro yang biasa disebut dengan adenosine yang fungsinya membuat anda mengantuk. Adenosine dalam tubuh ini mengirim rangsangan ke adenosine receptors , ini lah yang nanti akan membuat anda mengantuk sepanjang hari. Pada saat anda meminum secangkir kopi, kafein masuk ke dalam tubuh. Kafein berfungsi untuk memutus aliran adenosine dalam tubuh sehingga tidak sampai ke adenosine receptors. Ini lah mengapa setelah meminum kopi anda merasa seperti segar kembali, dan sangat bersemangat.

Tetapi mengapa pada sebagian orang meminum kopi justru membuat perasaan semakin gelisah, alasannya adalah pada saat anda meminum kopi, kafein akan mengaktifkan berbagai saraf dalam kelenjar pituari, kelenjar pituari adalah kelenjar yang mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Tubuh secara alami akan mendeteksi benda asing yang masuk ke dalam tubuh anda sehingga akan melepaskan hormon adrenaline. Hormon adrenaline berfungsi untuk memicu jantung berdetak lebih cepat. Ini lah alasan mengapa anda tidak disarankan meminum kopi saat anda sedang dilanda stress. Jika anda sedang di landa stress tubuh kemungkinan tidak bisa mentolerir detak jantung yang lebih cepat, sehingga menimbulkan perasaan gelisah.

Pada sebagian orang gejala negatif lain dari kafein adalah rasa lelah yang berlebihan dibarengi dengan sedikit rasa pusing, dan mata berputar-putar. Hal ini terjadi karena kurangnya cairan dalam tubuh. Untuk kalangan pekerja yang sering menggunakan tenaga otot untuk melakukan pekerjaannya seperti pekerja bangunan dan pekerja kasar biasanya mereka akan mengalami kekurangan cairan atau biasa disebut dehidrasi. Dan pada saat anda meminum kopi dalam situasi seperti ini justru membuat tubuh semakin kehilangan cairan. Darah menjadi sedikit lebih kental, karena kafeine juga turut andil dalam menyebabkan dehidrasi yang semakin parah. Pada saat darah menjadi lebih kental maka aliran darah ke otak menjadi terhambat, akibatnya anda akan merasa sedikit pusing diiringi dengan pandangan yang berkunang-kunang.

Untuk itulah pada saat anda meminum secangkir kopi, anda harus memperhatikan masalah-masalah di atas. Kopi merupakan minuman yang baik untuk tubuh, tapi dalam mengkonsumsinya anda harus memperhatikan tingkat stress anda, dan juga memperhatikan jumlah air putih yang telah anda minum. Karena jika anda tidak memperhatikan hal-hal tersebut, kopi justru bisa menjadi boomerang bagi kesehatan anda.









Senin, 17 Mei 2010

Cabe terpedas yang membuat orang pingsan 30 menit


KursiTerbalik.com - Satu-satunya Cabe paling pedas di dunia - dan terdaftar pula dalam The World Guiness Book of Record - adalah Cabe Bhut Jolokia. Cabe yang berasal dari India ini menurut data American Society for Horticultre Science tercatat memiliki tingkat kepedasan hingga 1 juta SHU (cabe normal, termasuk cabe rawit, rata-rata hanya mencapai 100.000 SHU saja).

Dalam sebuah tayangan di Youtube, seorang pria bernama Jamie mendemonstrasikan kedasyatan dari Cabe Gila ini. Mula-mula dia memakan setengah dari Cabe Bhut Jolokia. Lima menit pertama, dia masih belum merasakan adanya rasa pedas atau apapun. Semua baik-baik saja, hingga menit keenam, saat Jamie mulai merasakan kepedasan. Dia mulai meloncat-loncat dan meminum banyak air. Tapi tampaknya air yang diminumnya tidak mampu menghilangkan rasa terbakar di mulut dan tenggorokannya.

Pada menit ke-10, Jamie berlutut sembari memukul-mukul tanah karena sudah tahan lagi menahan rasa pedas dan panas yang tampaknya sudah menggerogoti hampir seluruh tubuhnya. Dia pun sudah tidak bisa diajak bicara. Pada menit ke-30, Jamie mulai merasakan kondisi seperti mau mati dan hanya bisa terkapar.

Tayangan itu merupakan bukti bagaimana pedasnya cabe yang banyak ditemui di kawasan Assam, India Utara itu.

Penduduk setempat percaya bahwa banyak makan cabe Bhut Jolokia dapat membantu memerangi penyakit rematik, kanker, rematik, osteoporosis, menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Cabe sendiri mengandung vitamin A, C, Kalium, Magnesium, dan Besi yang membantu mencegah penggumpalan darah, menghilangkan plak dari arteri, menyembuhkan luka, dan menangkal flu. Di dalam cabe terdapat zat Photochemical yang dapat mengurangi sel kanker dan tumor. Bahan aktif Capsicum merangsang otak dan kelenjar ludah melepaskan endorfin (enzim penghilang rasa sakit alami dan memberi rasa tenang).

Khusus untuk Cabe Bhut Jolokia, karena tingkat kepedasannya yang sangat tinggi, para ahli menguatirkan dapat membuat iritasi pada usus, sehingga disarankan untuk tidak mengonsumsi cabe ini dalam jumlah yang banyak.


sumber

Kamis, 29 April 2010

Hidup Tanpa Makan dan Minum Selama 70 Tahun



KursiTerbalik.com - Gurjarat, India, Berapa lama tubuh manusia mampu bertahan tanpa makanan dan minuman? Rata-rata manusia bisa bertahan tanpa makan selama 50 hari dan rekor terlama tanpa makan saat ini adalah 74 hari.

Tapi di India seorang lelaki usia 82 tahun bernama Prahlad Jani mengaku tidak pernah makan dan minum selama 70 tahun. Dengan tanpa makan dan minum, Jani mampu bertahan hidup dan bisa menjalaninya dengan baik.

Karena keunikan tubuhnya itu, lelaki tua itu kini sedang diteliti militer India. Jani sedang diisolasi di sebuah rumah sakit dikawasan Ahmedabad, Gurjarat.

Selama 6 hari masa isolasi itu, Jani sama sekali tidak pernah menyentuh makanan dan minuman serta tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan stamina atau dehidrasi.



Riset yang dilakukan India's Defence Research Development Organisation itu, masih terus melakukan monitoring secara tertutup terhadap Jani. Periset menduga Jani memiliki sesuatu yang asli di tubuhnya yang tidak dimiliki orang lain, yang dengan itu mampu menyelamatkan nyawanya tanpa makan dan minum.

India's Defence Research Development Organisation adalah organisasi militer India yang memiliki ilmuwan pembuat pesawat jet, rudal balistik antar benua serta beberapa jenis bom baru.

Ilmuwan percaya, Jani dapat mengajarkan militer bagaimana membantu prajurit agar bisa bertahan lama tanpa makanan atau bertahan dari bencana sampai bantuan tiba.

"Jika hasil penemuan ini bisa diverifikasi, ini akan menjadi terobosan dalam dunia kedokteran," kata Dr G Ilavazhagan, direktur The Defence Institute of Physiology & Allied Sciences seperti dilansir dari Telegraph, Kamis (29/4/2010).

"Jika hasil penelitian ini berhasil, kami bisa membantu orang-orang yang mengalami bencana, masalah penyakit ketinggian, perjalanan laut dan alam yang ekstrem. Kami juga bisa mendidik masyarakat tentang teknik-teknik bertahan hidup dalam kondisi yang buruk tanpa ada makanan dan minuman sama sekali," lanjutnya.

Jani mengaku meninggalkan rumah saat berusia 7 tahun dan hidup mengembara sebagai sadhu (pertapa dalam agama Hindu) atau orang suci di Rajasthan. Jani dianggap sebagai 'breatharian' yang dapat hidup dengan hanya melakoni kekuatan spiritual.

Jani sendiri percaya dia mampu bertahan karena bantuan magis dewa yang menurutnya menuangkan suatu obat mujarab melalui lubang di langit-langit mulutnya.

Pengakuannya itu telah didukung oleh seorang dokter India yang spesial mempelajari orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural. Meski begitu, Jani juga kerap ditolak masyarakat dan dianggap melakukan penipuan.

Selama masa isolasi 6 hari ini, selain tidak makan dan minum, Jani juga tidak pernah buang air kecil atau buang air besar. Jani tetap bugar dan sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan.


Dokter rencananya akan mengamatinya selama 15 hari dan akan melihat apakah ada otot-otot yang rusak, dehidrasi yang serius, penurunan berat badan, kelelahan atau kegagalan organ.

sumber: detik health

Senin, 26 April 2010

Rombak Wajah Total Pertama di Dunia

KursiTerbalik.com - Tim dokter di Madrid, Spanyol mengklaim telah melakukan operasi total pada wajah seorang pasien. Pasien beruntung itu adalah seorang petani muda yang mengalami kerusakan parah akibat menembak wajahnya sendiri lima tahun lalu.

Saking parahnya, pemuda itu sampai kesulitan bernafas dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Ini adalah operasi wajah terbesar yang pernah dilakukan pada 11 operasi sejenis di seluruh dunia.

Selama 24 jam operasi berlangsung, dokter telah mengangkat beberapa bagian pada wajah. Bagian yang diangkat termasuk hidung, rahang, tulang pipi, otot wajah, gigi dan kelopak mata.

Menurut ketua tim dokter, Joan Pere Barret, semua bagian itu ditempatkan pada master wajah baru yang akan dimiliki si pasien.

Operasi ini mengumpulkan ahli-ahli bedah di Spanyol. Peristiwa besar di bidang kedokteran Spanyol ini dilakukan akhir bulan lalu di RS Barcelona's Vall d'Hebron. Ini disebut-sebut sebagai kemajuan penting bagi dunia kesehatan Spanyol.

"Ini adalah terobosan. Mereka berusaha sepenuhnya dan saya sangat senang dengan kinerja tim ini," kata Thomas Romo, Kepala Operasi Wajah dan Rekonstruksi di RS Lenox Hill, New York.

Identitas si pasien yang berwarga negara Spanyol itu hingga kini belum dipublikasikan. Yang jelas, kini dia benar-benar sudah berubah memiliki wajah baru dari mulai garis rambut hingga hanya satu gores luka saja yang terlihat.

"Luka goresan yang lebih mirip seperti kerut itu tampak melingkar di bagian leher," kata Barret yang memimpin operasi yang melibatkan 30 dokter.

sumber : vivanews.com

Senin, 05 April 2010

Orang yang telah menyelamatkan 2 juta bayi karena darahnya yang langka


KursiTerbalik.com - Seorang pria Australia yang mempunyai jenis darah yang sangat langkah telah menyumbangkan darahnya selama 56 tahun dan telah menyelamatkan nyawa lebih dari dua juta bayi.

James Harrison, 74 tahun, memiliki antibodi dalam plasma darah yang dapat menghentikan kematian bayi akibat penyakit Rhesus (suatu bentuk anemia yang parah).Dia telah memungkinkan banyak ibu-ibu untuk melahirkan bayi yang sehat, termasuk putrinya sendiri, Tracey, yang memiliki anak sehat berkat darah ayahnya.

Dia telah memungkinkan banyak ibu-ibu untuk melahirkan bayi yang sehat, termasuk putrinya sendiri, Tracey, yang memiliki anak sehat berkat darah ayahnya

Harrison telah memberikan darah setiap beberapa minggu sejak ia berusia 18 tahun dan kini telah menyampai hingga 984 total sumbangan.

Ketika ia mulai menyumbangkan darahnya, ia dianggap begitu istimewa hidup hingga telah diasuransikan untuk satu juta dolar Australia.

Dia berkata: "Aku tidak pernah berpikir tentang berhenti. Tidak akan pernah." Dia membuat janji untuk menjadi seorang donor pada saat berusia 14 setelah menjalani operasi pembedahan besar di mana ia membutuhkan 13 liter darah.

"Aku berada di rumah sakit selama tiga bulan," katanya. "Darah yang saya terima dari orang lain telah menyelamatkan hidup saya, jadi saya membuat janji untuk memberikan darah kepada orang lain ketika aku berusia 18 tahun."

Tepat setelah dia mulai menyumbangkan darah, ternyata ditemukan bahwa darahnya sangat langka dan terdapat antibodi dalam darahnya.

Pada waktu itu, ribuan bayi di Australia sedang sekarat setiap tahun dari penyakit Rhesus. Bayi yang baru lahir lainnya menderita kerusakan otak permanen karena kondisi penyakit tersebut.

Penyakit tersebut menciptakan ketidakcocokan antara darah ibu dan darah bayi yang belum lahir. kondisi ini akibat dari yang satu memiliki darah Rh-positif dan Rh-negatif lainnya.

Setelah jenis darah Harrison ditemukan, ia menawarkan diri untuk menjalani serangkaian tes untuk membantu mengembangkan vaksin anti-D.

"Mereka mengasuransikan saya untuk satu juta dolar jadi aku tahu istri saya Barbara akan diurus dan saya tidak khawatir" katanya.

"Aku tidak takut. Saya senang untuk membantu. Saya harus menandatangani setiap form dan pada dasarnya itu adalah form tanda kehidupan."

Diperkirakan ia telah membantu menyelamatkan 2,2 juta bayi sejauh ini.

Jumat, 12 Maret 2010

Apakah Anda Berisiko Glaukoma?

KursiTerbalik.com - Banyak orang tidak menyadari adanya gejala glaukoma kronis sampai penglihatannya sudah mencapai tahap kerusakan yang parah dan permanen. Karena itu, sangatlah penting untuk menyadari semua faktor risiko penyakit ini.

Usia
Glaukoma kronis jarang terjadi sebelum usia 40 tahun. Risiko terkena glaukoma hampir meningkat dua kali setiap 10 tahun setelah usia 50 tahun. Glaukoma kronis umumnya terjadi pada perempuan usia lanjut.

Ras
Kecenderungan orang kulit hitam terserang glaukoma tiga sampai empat kali lebih besar dibandingkan dengan orang kulit putih, dan enam kali lebih besar untuk menderita kebutaan permanen akibat glaukoma. Orang Asia, khususnya keturunan Vietnam, juga berisiko lebih besar.

Keturunan
Glaukoma bisa diturunkan dalam keluarga. Apabila salah satu orangtua Anda mengidap glaukoma, maka risiko Anda terkena glaukoma mencapai sekitar 20 persen. Apabila saudara kandung Anda mengidapnya, maka kemungkinan Anda terkena glaukoma mencapai 50 persen.

Kondisi medis
Bila Anda mengidap diabetes, maka risiko Anda terkena glaukoma tiga kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak mengidap diabetes. Adanya riwayat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko. Selain itu, penyakit radang mata, seperti iritis, tumor mata, terlepasnya retina serta pembedahan mata juga meningkatkan risiko terjadinya glaukoma.

Rabun jauh
Hasil kajian yang ekstensif menunjukkan bahwa pengidap rabun jauh (miopia) berisiko dua hingga tiga kali lebih besar terkena glaukoma dibanding mereka yang tidak menderita miopia.

Cedera fisik
Trauma parah, seperti mata terkena pukulan, dapat meningkatkan tekanan pada mata. Cedera juga dapat menggeser letak lensa, sehingga sudut drainase tertutup.

Penggunaan kortikosteroid yang berkepanjangan
Tetes mata kortikosteroid yang digunakan selama jangka waktu panjang untuk mengobati suatu penyakit juga bisa meningkatkan risiko Anda terkena glaukoma.

sumber : kompas.com

Sup Konro, Bumbunya Menyehatkan

KursiTerbalik.com - Salah satu menu makanan khas daerah yang kian populer adalah sup konro. Selain coto, kota Makassar juga dikenal dengan makanan khasnya, yaitu sup konro. Sup ini merupakan salah satu masakan asli Indonesia yang berasal dari tradisi suku Bugis dan Makassar.

Kata konro berasal dan bahasa Makassar yang artinya iga. Jadi, sup konro berarti sup yang berbahan dasar tulang rusuk iga sapi atau kerbau. Sup konro dapat disajikan dalam dua bentuk, yaitu konro berkuah (makassar beef-ribs soup) dan konro tidak berkuah atau sering disebut sebagai konro bakar (makassar grilled beef-ribs).

Tingkatkan nilai gizi
Bumbu didefinisikan sebagai bahan yang mengandung satu atau lebih jenis rempah, yang ditambahkan ke dalam bahan makanan pada saat makanan tersebut diolah (sebelum disajikan). Tujuannya memperbaiki aroma, cita rasa, tekstur, dan penampakan secara keseluruhan.

Setiap komponen bumbu mempunyai cita rasa, warna, aroma, dan penampakan yang berbeda-beda, sehingga kombinasinya satu sama lain akan memberikan sensasi baru yang dapat meningkatkan selera, daya terima, dan identitas tersendiri dalam setiap produk yang dihasilkan.

Secara alami rempah-rempah mengandung berbagai macam komponen aktif yang sangat besar perannya dalam penciptaan rasa suatu produk. Rempah-rempah mengandung zat anti oksidan, antibakteri, antikapang, dan antik hamir, yang semuanya itu sangat besar perannya dalam membuat bumbu-bumbuan menjadi awet dan tahan simpan.

Selain itu, rempah-rempah juga mengandung antiseptik, antibakteri, dan antibiotik, sehingga sangat besar khasiatnya untuk pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Contoh antimikroba pada bumbu adalah: allisin pada bawang putih, alifatik disulfida pada bawang merah, eugenol pada cengkih, kapsaisin pada cabai, eugenol dan sinamat pada kayu manis, kurkumin pada kunyit, dan miristin pada biji pala. Senyawa antimikroba dalam bumbu dapat mencegah kerusakan makanan dan mikroba pembusuk, sehingga makanan menjadi awet.

Hal ini tampak jelas pada pengolahan makanan dengan menggunakan banyak bumbu, seperti halnya pada masakan Padang. Di zaman Mesir kuno, minyak atsiri dari kayu manis, cengkih, dan cassia bahkan digunakan untuk mengawetkan jenazah (mummifikasi).

Komponen bumbu ada yang mengandung efek medis yaitu bersifat afrodisiak (menimbulkan rangsangan dan kekuatan seksual), astringen (mengatur aliran darah melalui kontraksi pembuluh darah), diuretik (melancarkan pembuangan air seni), ekspektoran (melancarkan pembuangan dahak), dan lain-lain. Itu sebabnya masyarakat merasakan manfaat sehat dan bugar setelah mengonsumsi makanan yang sarat bumbu.

Tinggi protein dan kalsium
Komponen terbesar dari semangkuk sup konro adalah air, yang berasal dari bagian kuahnya. Kadar air per 100 gram sup konro adalah 85 g. Komponen lain yang terkandung dalam setiap sup konro adalah protein 7,4 g, lemak 2,6 g, karbohidrat 4,5 g, kalium 17 mg, fosfor 60 mg, besi 4,6 mg, kalium 25 mg, seng 1,3 mg, vitamin B1 0,12 mg, vitamin B2 0,02 mg, dan niasin 10,9 mg.

Jadi, jika satu mangkuk sup konro setara dengan 250 gram, kandungan gizinya menjadi dua setengah kali lipat dari angka-angka yang tercantum di atas.

Dibandingkan dengan coto Makassar, sup konro memiliki kadar energi dan lemak yang lebih rendah, tetapi kadar protein dan kalsium yang lebih tinggi, per satuan berat yang sama (100 gram). Kadar lemak yang lebih rendah pada sup konro disebabkan ticlak adanya penggunaan jeroan.

Bukan hanya itu, sup konro juga dipastikan memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah. Dengan demikian, dapat dipastkan bahvva sup konro lebih sehat dibandingkan dengan coto makassar.

Salah satu bahan yang menjadikan sup konro lebih sehat adalah kehadiran kacang merah. Kacang merah kaya akan protein, rendah lemak, serta sumber mineral (kalsium, fosfor, dan besi), vitamin B dan serat pangan yang baik. Vitamin B dapat membantu tubuh dalam menggunakan asam amino, sehingga sintesis protein dapat berjalan lancar. Selanjutnya protein akan bekerja membentuk sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai penyakit akibat infeksi.

sumber : kompas.com


Selasa, 09 Maret 2010

Studi : Ibu Menyusui Lebih Langsing

KursiTerbalik.com - Tak sekedar membuat bayi lebih sehat, ibu menyusui juga mendapat banyak manfaat, salah satunya adalah lebih cepat membuang kelebihan berat badan. Manfaat ini bahkan akan terus didapat di kemudian hari.

Dalam sebuah studi yang dipresentasikan dalam pertemuan American Heart Association, para peneliti menjelaskan, wanita yang memberi ASI secara konsisten pada bayinya memiliki lingkar pinggang yang lebih kecil dibanding ibu yang tidak menyusui. Perbedaan paling tampak adalah timbunan lemak di perut yang lebih sedikit.

"Lemak di perut adalah tempat lemak tubuh disimpan. Dengan menyusui, timbunan lemak di tempat itu tampaknya menjadi target untuk dibuang," kata ketua peneliti Candace McClure dari University of Pittsburgh.

Dibanding manfaat menyusui untuk bayi, manfaat menyusui bagi para ibu memang jarang dikupas. Padahal, ada sederet manfaat yang bisa diraih ibu menyusui. Menurut penelitian, ibu yang menyusui risikonya lebih rendah untuk menderita diabetes tipe 2, kanker payudara, kanker ovarium dan depresi pasca persalinan.

Penelitian juga menunjukkan ibu yang memberikan ASI pada bayinya jarang terkena penyakit jantung. Para ahli meyakini, hal ini terjadi karena ibu menyusui membakar kalori lebih cepat. Selain itu timbunan lemak di perutnya juga lebih sedikit dibanding yang tidak menyusui. Timbunan lemak di perut diketahui menjadi faktor dalam penyakit jantung.

Yang menarik, menurut hasil penelitian McClure, ibu yang memberikan ASI juga tetap langsing hingga berpuluh tahun kemudian. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi para ibu yang ingin kembali langsing setelah melahirkan dengan cara yang sehat.

Meski demikian, para ahli mengingatkan, bahwa langsing tidaknya seorang ibu juga tergantung pada gaya hidup yang dijalaninya. Bila Anda melakukan diet seimbang dan melakukan olahraga secara teratur, ditambah pemberian ASI secara konsisten, bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan manfaat ganda, tubuh bugar dan nyaman, serta terbebas dari penyakit jantung.

sumber : kompas.com


Mau Bayi Laki-Laki? Pilih Lemak dan Sarapan!

KursiTerbalik.com - Apa yang dikonsumsi para calon ibu pada masa awal kehamilannya ternyata memengaruhi jenis kelamin serta kualitas kesehatan dari bayi yang akan mereka lahirkan.

Suatu riset terbaru menyimpulkan, wanita yang rutin sarapan pagi dan mengonsumsi diet tinggi lemak pada masa konsepsi (pembuahan) cenderung akan melahirkan bayi laki-laki. Sedangkan para wanita yang menerapkan diet rendah lemak cenderung melahirkan bayi perempuan.

Temuan ini sepertinya membenarkan apa yang diyakini para wanita jaman dulu dengan anjuran "makanlah daging kalau ingin punya anak laki-laki".

"Diet tinggi kalori secara umum cenderung berpihak pada kelahiran anak laki-laki ketimbang perempuan, sedangkan diet rendah kalori justru sebaliknya. Pada riset manusia dan tikus, pembatasan makanan dan diet suboptimal selama konsepsi dan awal kehamilan juga menghasilkan banyak anak perempuan. Kemungkinan besar ini dikarenakan kekalahan seleksi dari fetus laki-laki, sebagai jenis kelamin paling rentan dalam rahim," ungkap Dr Cheryl Rosenfeld, peneliti dari University of Missouri.

Untuk sampai pada kesimpulannya, peneliti melakukan analisa gen pada plasenta tikus hamil di laboratorium. Tikus-tikus diberikan jenis diet berbeda yakni diet tinggi lemak atau karbohidrat, dan diet rendah kalori. Setiap kelompok ini menunjukkan efek dan ciri yang khusus dibanding kelompok lain yang diberi makanan yang bersumber dari kacang kedelai.

Selain terhadap perubahan kelamin, fetus perempuan pun cenderung lebih sensitif pada jenis diet ibunya, dan terdapat gen-gen yang cenderung lebih mudah terpengaruh atau terganggu. Setelah 12 hari – atau hanya setengah dari masa kehamilan tikus – peneliti menemukan perbedaan pada hampir 2.000 gen termasuk yang mempengaruhi pembentukan fungsi ginjal dan indra penciuman.

Peneliti menyimpulkan, ekspresi gen pada plasenta tikus bersifat adaptif dan dibentuk oleh pola diet selama hamil, dengan efek terbesar dialami oleh plasenta dari janin perempuan.

Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini merupakan studi lanjutan dua tahun lalu yang menemukan bahwa diet para ibu selama masa konsepsi dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan.

Diet tinggi kalori dan sarapan rutin pada studi ini diduga dapat meningkatkan peluang anak laki-laki, sedangkan para ibu dengan asupan energi yang yang lebih rendah cenderung akan melairkan bayi perempuan. Hasi riset juga menunjukkan, asupan kalori yang tinggi pada masa konsepsi dapat meningkatkan peluang mendapatkan bayi laki-laki dari 10 hingga 11 dari setiap 20 kelahiran.

Anak laki-laki dan anak perempuan juga memiliki risiko penyakit yang berbeda pada saat mereka tumbuh dewasa, Dan tampaknya ini juga berhubungan dengan diet yang dijalani ibu mereka atau pun kondisi tubuh pada saat hamil.

Misalnya, anak laki-laki dari ibu yang gemuk cenderung rentan mengalami obesitas dan mudah terserang penyakit diabetes ketimbang anak perempuan ketika mereka dewasa, meskipun tidak ada perbedaan berat badan saat mereka dilahirkan.

"Alasan mengapa diet tinggi lemak rendah karbohidrat berpihak pada kelahiran anak laki-laki, dan diet rendah lemak tinggi karbohidrat menghasilkan lebih banyak anak perempuan terus mengalihkan pemahaman kami. Pengaruhnya adalah lebih banyak perempuan cenderung makan belebih untuk punya anak laki-laki. Perempuan punya anak laki-laki juga cenderung mengonsumsi nutrisi yang lebih banyak dan beragam seperti potassium, kalsium dan vitamin C, E dan B12. Mereka juga cednerung sarapan dengan sereal."

sumber : kompas.com

Virus AIDS Bersembunyi di Sumsum Tulang

KursiTerbalik.com - Virus penyebab AIDS ternyata bisa bersembunyi di dalam sumsum tulang sehingga tidak bisa dicapai obat-obatan yang masuk ke tubuh.

Akibatnya, virus AIDS sewaktu-waktu akan bisa muncul kembali. Tim peneliti yang dipimpin Dr Kathleen Collins dari University of Michigan melaporkan hasil penelitian ini di jurnal Nature Medicine edisi pekan ini.

Hasil penelitian itu juga menyebutkan, virus HIV juga bisa masuk ke sel-sel sumsum tulang yang pada akhirnya nanti dikhawatirkan akan masuk ke sel-sel darah. Ketika masuk ke sel-sel sumsum tulang, virus itu menjadi tidak aktif.

Akan tetapi, begitu masuk ke sel-sel darah, virus itu bisa aktif kembali dan justru bisa membunuh sel-sel darah yang baru dan berpindah merusak sel-sel yang lain. ”Selama ini obat bisa mengurangi jumlah kematian akibat AIDS, tetapi pasien harus pakai obat sepanjang hidupnya. Jika terapi obat dihentikan, virus bisa kembali muncul. Masih banyak tempat persembunyian yang harus diteliti,” kata Collins.

Pada penelitian-penelitian sebelumnya ditemukan virus HIV terbukti kerap bersembunyi di sel-sel darah yang disebut macrophages. Jika sumber-sumber infeksi bisa diketahui lebih rinci, pasien AIDS bisa segera menghentikan konsumsi obatnya setelah infeksinya terobati.

sumber : kompas.com

Sayuran Beku Lebih Bergizi?

KursiTerbalik.com - Ingin mendapatkan manfaat maksimal dari sayur-sayuran? Cobalah mulai dari sekarang membiasakan diri mengonsumsi sayuran beku.

Menurut sebuah laporan di Inggris, produk sayuran yang dibekukan mengandung lebih banyak nutrisi penting ketimbang sayuran segar. Sayuran beku diyakini lebih berkualitas dibandingkan dengan sayuran segar yang kadar nutrisinya dapat berkurang hingga 45 persen sampai saatnya dikonsumsi.

Sudah menjadi hal lumrah jika suatu produk sayuran butuh waktu hingga berhari-hari untuk sampai menjadi hidangan. Bahkan di Inggris, waktu yang diperlukan bisa mencapai dua minggu lamanya. Meski demikian, suatu survei menyatakan, 80 persen konsumen beranggapan sayuran segar di supermarket berumur kurang dari empat hari setelah dipanen.

Guna mempertahankan kandungan nutrisi penting dalam sayuran, para ahli dari Institute of Food Research, Inggris, menganjurkan produk sayuran sebaiknya langsung dibekukan setelah dipetik dari kebun.

Dari penelitian terungkap, setelah melewati 16 hari, beberapa jenis sayuran mengalami penurunan kandungan nutrien-nya. Buncis, misalnya, kehilangan 45 persen nutrien, brokoli dan kembang kol turun 25 persen, kacang kapri hingga 15 persen, dan wortel mencapai 10 persen.

”Kandungan nutrisi dari sayuran segar akan mulai menurun sejak menit pertama mereka dipetik. Ini berarti penurunan itu terjadi hingga mereka sudah terhidang di piring kita. Meski begitu, kita kerap menyangka mendapatkan manfaat sayuran yang seutuhnya, padahal tidak demikian faktanya,” ungkap pakar nutrisi, Dr Sarah Schenker.

Sementara itu, juru bicara American Dietetic Association, Keri Gans, R.D, mendukung temuan ini. ”Sayuran beku dapat menjadi pilihan yang bernutrisi bagi mereka yang punya banyak waktu untuk memasak,” ujarnya.

”Mereka (sayuran) ini dibekukan saat dalam kondisi puncak kematangan. Jika dalam kondisi fresh, Anda tak tahu sudah berapa lama sejak sayuran ini dipetik. Selain itu, sayuran beku akan tetap dalam kulkas tanpa menjadi busuk. Salama mereka siap untuk dipotong, itu akan memudahkan untuk dimasak,” ujarnya.

Ia menambahkan, sayuran beku juga dapat memudahkan konsumen membagi asupan sayuran yang direkomendasikan setiap hari, yakni tiga hingga lima porsi penyajian.

sumber : kompas.com

Minggu, 07 Maret 2010

Minum Obat, Jadi Manusia Ikan


KursiTerbalik.com - kediri - Malang nian nasib Agus Salim, 27, pemuda lereng Gunung Wilis, Dusun Surowangsan, Desa Keniten, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Di usianya yang seharusnya mulai berpikir mencari pasangan hidup, dia hanya bisa tergeletak dengan sekujur tubuh dipenuhi sisik layaknya manusia ikan.

Pemuda yang lahir 10 September 1982 ini tergeletak di Ruang Isolasi Kemuning RSUD Pare, Kabupaten Kediri. Pandangan matanya mengarah pada tangannya yang penuh sisik. Ia kerap merintih merasa kepanasan di sekujur tubuhnya. Mulai kepala sampai ujung kaki, dipenuhi sisik.

Tidak hanya kulit telapak kaki yang terus mengelupas dan mengeras. Tapi kulit kepala juga mengelupas dan bersisik keras. “Penyakit sekarang aneh-aneh. Dulu kalau panas atau gatal cukup dipupuri (dibedaki) kunir sudah sembuh. Anak saya ini sudah berkali-kali di bawa ke mantri kesehatan tapi belum sembuh,” ucap Sami, 60, ibu kandung Agus, Sabtu (6/3/2010).

Sisik pada tubuh Agus tumbuh dan mengeras kemudian lepas dengan sendirinya. Namun sesaat kemudian, sisik baru muncul lagi. “Rasanya gatal dan panas. Apalagi kalau bergerak, sekujur tubuh terasa panas,” kata Agus.

Agus dibesarkan di tengah keluarga petani lereng Gunung Wilis. Bapak ibunya, Marni, 65, dan Sami, 60, harus membesarkan tiga anak lainnya. Kedua orangtua ini tak pernah mengenyam pendidikan. Agus pun hanya tamatan SMP.

Sejak kecil, Agus rajin membantu orangtuanya di sawah. Tidak hanya membantu mencarikan pakan ternak, tapi juga mencangkul. Setelah besar, dia berusaha mencari uang di Kota Kediri. Karena hanya tamat SMP, ia pasrah hanya menjadi kuli bangunan. Dengan upah Rp 30.000 sehari, dia berusaha terus mengumpulkannya.

Namun sekitar lima bulan lalu, Agus mengeluh tubuhnya adem panas. Dia memutuskan istirahat di kampungnya. Agus lalu mengonsumsi obat yang dijual bebas di warung kampungnya. Biasanya, warga lereng Wilis tak terlalu cermat dengan kemungkinan kedaluwarsanya obat.

Obat diminum, namun sakitnya tak juga reda. Karena merasa kepanasan, Agus kemudian menambahnya dengan minuman penyegar tenggorokan. Namun setelah itu malah timbul bintik gatal di kedua pipinya. Ia kemudian periksa ke mantri kesehatan dan diberi obat.

“Saya pikir hanya keringet buntet (gatal karena keringat). Ini setelah saya bawa ke mantri kesehatan,” lanjut Agus. Seperti warga desa lainnya, setiap kali ada gangguan kesehatan, warga selalu menjadikan mantri kesehatan sebagai pilihan utama. Cukup dengan Rp 25.000 sudah termasuk pemeriksaan dan obat.

Agus mengaku saat itu diberi obat untuk menyembuhkan gatal-gatal. Akhirnya, Agus pulang membawa enam lembar obat. Masing-masing lembar berisi 12 pil. “Saya diminta minum sehari tiga kali. Sakali minum tiga pil,” kata Agus.

Beberapa hari setelah pil nyaris habis, justru tubuhnya semakin gatal-gatal. Keluarga pun memutuskan kembali memeriksakan Agus ke mantri tersebut. “Saya kemudian disuntik oleh Pak Mantri,” kata Agus. Bukan mereda, malah sekujur tubuhnya terasa gatal dan kulit mengelupas. Karena tidak punya uang, keluarga tidak membawanya ke rumah sakit. Apalagi Agus tak masuk Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat), meski tergolong keluarga tidak mampu.

“Saya pikir kalau keluarga tidak mampu, berobat di rumah sakit pasti gratis. Ternyata tidak, karena tidak punya kartu Askeskin. Anak saya sempat sekitar 10 hari dirawat di Gambiran (RSUD Gambiran Kota Kediri),” kata Sami.

Tak Kuat Biaya

Karena tidak mendapatkan fasilitas Jamkesmas, maka selama 10 hari dirawat di RSUD Gambiran itu keluarga Agus harus menjual apa saja yang menjadi milik keluarga ini untuk mebiayai pengobatan. Namun saat tidak ada lagi yang bisa dijual, maka Agus dibawa pulang.

Setelah itu, menurut keluarga, Agus hanya dirawat di rumahnya, sambil menunggu pengurusan Jamkesmas di Kabupaten Kediri. Oleh perangkat dan tokoh masyarakat desa, keluarga ini disarankan mengurus Jamkesda (Jamkesmas yang ditangani dengan dana APBD). Setelah beres, Agus pun diboyong ke RSUD Pare. Sekitar akhir Februari, Agus mulai dirawat di RSUD Pare.

“Kami sudah sangat bersyukur bisa dirawat gratis di sini. Sekarang hanya memikirkan bagaimana orang-orang di rumah bisa makan. Harus ada orang yang menunggu di rumah sakit, tapi yang bekerja di ladang siapa,” tambah Sami.

Diperoleh keterangan dari RSUD Pare, bahwa Agus mulai masuk rumah sakit sekitar seminggu lalu. Menurut Humas RSUD Pare, Abdul Roziq, berdasarkan pemeriksaan dokter spesialis kulit, Agus dinyatakan mengidap psariasis erythoderma, yakni kelainan pada kulit tubuhnya. Yakni penyakit yang diakibatkan oleh pertumbuhan jaringan sel kulit yang terlalu cepat. Akibatnya, jaringan kulit luar yang cepat keluar juga mengakibatkan terlalu mudah mati. Setelah itu langsung disusul jaringan kulit kembali dan kemudian mengelupas. Begitu terus.

“Biasanya kulit baru dari pertumbuhan jaringan sel ini belum bisa beradaptasi dengan suhu lingkungan. Akibatnya, kulit tampak mengering dan mengelupas,” tambahnya. “Tapi ini tidak terkait dengan malapraktik,” jelas Roziq.

Awalnya RSUD Pare menengarai penyakit Stevens Johnson pada diri Agus, yakni kondisi kulit akibat reaksi buruk dari obat. Namun setelah diteliti, ternyata bukan. Dijelaskan Roziq, penyakit yang dialami Agus tergolong sangat langka.

Roziq menduga, penyakit sisik pada Agus akibat ketahanan tubuh yang lemah. Karena kekebalan tubuhnya rendah, semua penyakit menjadi berpotensi masuk ke tubuh. “Kita upayakan agar kulitnya kembali tumbuh normal. Dokter sepesialis kulit sudah kita plot menanganinya,” kata Roziq

Muaradua Gempar Ada Kambing Beranak Manusia


KursiTerbalik.com - Muaradua - Seekor kambing melahirkan anak kembar berwujud manusia di Desa Srimenanti, Karet, Kecamatan Buay Pemaca, Ogan Komering Ulu Selatan. Peristiwa langka itu membuat heboh warga Muaradua sehingga berdatangan untuk menyaksikannya.

Kambing tersebut milik Rasyid (40), penjaga kebun kopi milik Angga (25). Kambing melahirkan di dalam kandang di belakang pondok tempat tinggal Pardi, Jumat (5/3/2010) pukul 15.00. Tak seperti umumnya, anak kambing itu identik dengan wujud bayi manusia. Panjang tubuhnya sekitar 30 cm. Kepalanya seukuran kepalan tangan orang dewasa, berbentuk lonjong dengan hidung dan mulut mirip manusia.

Uniknya lagi, kulit tubuhnya juga mirip manusia bewarna putih kemerahan tanpa bulu. Pusarnya juga mirip bayi manusia. Yang tidak mirip organ manusia adalah kakinya yang berjumlah empat dan telinganya yang panjang.

Rasyid tentu saja kaget melihat proses kelahiran itu dan langsung memanggil Angga. Momen itu lantas direkam dengan video ponsel dan difoto. Sayang, tidak sampai setengah jam setelah kelahiran, dua anak kambing berwujud manusia itu mati. “Saya kaget waktu melihat anak yang pertama keluar karena tidak ada bulu. Pas yang kedua keluar juga, tambah kaget. Saya lihat lagi dan bersihkan dari perut ke atas mirip bayi orang. Yang pertama lahir ukurannya lebih besar,” kata Rasyid.

Informasi langsung menyebar. Warga Desa Srimenanti dan sekitarnya berduyun-duyun datang menyaksikan keanehan itu, termasuk dari Muaradua yang jaraknya setengah jam perjalanan ke desa. Mereka terheran-heran melihat dua anak kambing kembar mirip manusia itu.

"Entah dari mana datang mereka, banyak yang ke sini. Kebun ini sampai penuh orang. Anak kambing itu jenis kelaminnya laki-laki,” ujar Rasyid.

Misteri anak kambing mirip manusia itu jadi bahan perbincangan hangat. Ada yang meyakini bahwa kambing itu lahir akibat ulah orang yang mengidap kelainan seksual. Beberapa malah menghubungkannya dengan isu kiamat tahun 2012.

"Saya dapat cerita kambing beranak manusia. Tentu saja kaget dan tak langsung percaya. Setelah melihat sendiri, ternyata memang mirip bayi orang. Ini sangat aneh dan baru kali ini terjadi di sini,” kata Ijal Halom (34), warga Pasar Ilir Muaradua yang datang bersama rekan-rekannya.

Rasyid mengatakan, induk kambing itu dibelinya sebulan lalu dalam keadaan sudah hamil seharga Rp 900.000 bersama dua kambing lainnya. Yang satu jantan dan satunya lagi betina.

Kambing dipelihara seperti biasa. Tidak ada perlakuan khusus. Kambing dilepas mencari makan di sekitar kebun kopi. Kandangnya berupa bangunan reot dari papan beratapkan seng. Betina yang satu melahirkan satu anak, Kamis (4/3/2010), dan tidak ada yang aneh. Pada Jumat, giliran betina yang lain melahirkan dua anak mirip manusia itu. “Saya tidak punya firasat atau mimpi yang aneh-aneh. Pikiran saya waktu itu gembira karena ternak kambing bisa berhasil,” ujar Rasyid.

Dia mengaku masih beruntung karena induknya tidak mati. Sementara itu, dua anaknya tidak langsung mengubur anak kambing kembar itu setelah kelahiran karena meyakini masih banyak warga yang hendak melihatnya. Benar saja. Pada Sabtu (6/3/2010), semakin banyak warga yang datang. Sekitar pukul 09.00, barulah dua anak kambing itu dikubur di kebun. (ahf)

Jumat, 26 Februari 2010

Kisah nyata Manusia yg Hidup cuma setengah badan!! tetapi tetap semangat sampai mati!

Banyak di antara kita yang terkadang tidak semangat dalam menjalani hidup, tidak semangat dalam menjalani pekerjaan dan karirnya. Adalah Peng Shulin, seorang yang tetap semangat meski hanya setengah badan, bagaimana kisahnya……

Kisah yang akan saya ceritakan ini merupakan kisah nyata yang terjadi di China… begini kisahnya :

Suatu ketika di tahun 1995, Peng Shulin mengalami kecelakaan hebat. Kecelakaan ini menyebabkan tubuh Peng Shulin terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kepala hingga pinggang sepanjang 78 cm dan sisanya pinggang ke bawah.

Peng Shulin kemudian di rawat di sebuah RS di China. Selama 12 tahun, Peng Shulin berbaring tanpa bisa berjalan, karena tubuhnya yang hanya tinggal 78 cm itu sama sekali tidak memiliki paha. Lutut maupun kaki. Dokter yang menangani Peng Shulin berjumlah lebih dari 20 dokter, hanya berusaha agar bagaimana Peng Shulin tetap bertahan hidup. Suatu hari Peng Shulin berkeinginan untuk kembali berjalan lagi. Keinginan ini kemudian di respon oleh pemerintah china.

China mengadakan riset mengenai kemungkinan ini. Hingga akhirnya hasil riset ini memberikan sebuah jawaban yang melegakan hati Peng Shulin. Pemerintah China membuatkan tubuh bagian bawahnya membentuk seperti telur. Bagian torso Peng Shulin ditutup dengan menggunakan kulit dari kepalanya sendiri. Hingga akhirnya alat ini di cobakan kepada Peng Shulin.

Berkat semangat yang sangat tinggi, Peng Shulin dengan giat berlatih berjalan dengan menggunakan alat ini, hingga akhirnya Peng Shulin dapat berjalan kembali.

di bawah ini adalah foto-foto saat Peng Shulin dengan penuh semangat belajar berjalan



Inilah Dokter Bedah Dunia dari Indonesia


Sampai saat ini, Indonesia masih sangat kekurangan dokter ahli bedah. Dengan jumlah penduduk 240 juta jiwa, dokter ahli bedah yang dimiliki baru 120 orang atau rasionya 1 : 2 juta. Artinya, satu orang dokter bedah harus melayani 2 juta penduduk.

Dari jumlah yang sedikit itu, Prof dr Eka Julianta Wahyoepramono adalah salah satunya. Spesialisasinya pada ahli bedah syaraf (neurosurgeon), khususnya bedah batang otak, tentu saja membuat dr Eka Julianto makin menjadi orang dengan profesi yang langka di negeri ini.

Sebagai ahli bedah syaraf, nama dr Eka Julianta tak diragukan lagi. Reputasinya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi sudah mendunia. Misalnya, dia adalah visiting professor di Harvard University Medical School. Prestasi ini sampai saat ini belum bisa disamai oleh dokter-dokter Indonesia lainnya.

Alasan seperti itulah yang membuat Pitan Daslani kemudian menuliskan biografi dr Eka Julianta. Pada Kamis (25/2/2010) siang, buku yang diberi judul Tinta Emas di Kanvas Dunia itu diluncurkan di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur.

Kenapa diberi judul "Tinta Emas"? Bukankah sebagai dokter bedah mestinya dr Eka biasa memegang pisau dan peralatan-peralatan bedah lainnya? Rupanya Pitan punya alasan sendiri. "Dokter Eka telah menorehkan tinta emas dalam sejarah kedokteran, ketika untuk pertama kalinya dokter Indonesia dijadikan sebagai referensi bagi dokter dan mahasiswa kedokteran di seluruh dunia," katanya.

Lebih dari itu, Pitan berharap agar buku biografi dr Eka itu dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. "Saya menginginkan agar orang bisa terinspirasi dan menjadikan sosok Dokter Eka sebagai panutan. Bahkan kalau perlu ada 1.000 orang lagi seperti Dokter Eka," lanjutnya.

Nah, bagaimana kisah dan perjuangan dr Eka, silakan baca buku yang sudah beredar di toko-toko buku Gramedia tersebut.

Rabu, 24 Februari 2010

Cerita Miring Dokter Indonesia di Time


KursiTerbalik.com - Jakarta, Orang Indonesia tentunya sudah hapal sistem kesehatan di Indonesia yang masih jauh dari maksimal. Tapi kalau cerita miring soal kredibitas dokter Indonesia sampai diulas secara internasional tentunya harus menjadi perhatian khusus.

Situs majalah Time edisi 17 Februari 2010 memaparkan sebuah esai panjang tentang bagaimana memprihatinkannya kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia. Tulisan tersebut ditulis wartawan Jason Tedjasukmana, yang menjadi koresponden untuk Time Asia.

Intinya si jurnalis ingin menceritakan minusnya pelayanan kesehatan di Indonesia. Berkaca dari pengalaman pribadinya yang menderita sakit mata. Di saat tak ada satu dokter Indonesia pun yang bisa mendiagnosis penyakitnya, dokter Amerika bisa mengetahuinya hanya dalam 5 menit.

Seperti dikutip dari Time, Selasa (23/2/2010), Jason menceritakan kisahnya.

Saya tidak pernah menduga akan menceritakan sistem kesehatan di Indonesia yang buruk. Meski saya merasa ragu dengan prosedur kesehatan di negara yang sudah saya tempati sejak tahun 1994 ini, tapi saya cukup percaya dengan dokter-dokter lokal di Indonesia. Tapi ternyata saya salah.

Pada April 2009, mata kanan saya mulai gatal dan memerah. Penglihatan saya mulai kabur tapi saya tidak tahu apa yang terjadi dengan mata saya. Akhirnya saya menemui dokter dan disarankan untuk menemui spesialis karena masalahnya diperkirakan ada pada kornea.

Saya pun mengikuti sarannya, tapi setelah berkeliling dan menemui banyak dokter spesialis mata di Jakarta, keadaan mata saya justru semakin memburuk. Seminggu kemudian, saya memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mencari pengobatan di luar, tapi ternyata sudah terlambat.

Kondisi kornea saya sudah terlanjur rusak. Dokter di Singapura tempat saya berkunjung dan juga hampir kebanyakan orang Indonesia yang ingin berobat menyarankan agar dilakukan transplantasi kornea jika teknik lainnya gagal. Akhirnya saya memutuskan pergi ke Amerika untuk mencari jalan lain.

Menurut saya, sistem pelayanan kesehatan di Indonesia jauh dari memadai. Hal tersebut diakui pula oleh mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr Kartono Mohammad. "Kita tidak punya sistem kesehatan. Tidak ada kontrol terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Indoensia," ujar Dr Kartono.

Untuk tahun 2010, menteri kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih telah mengalokasikan dana sebesar 2,2 miliar dolar AS atau Rp 22 triliun untuk anggaran kesehatan, tapi angka itu dianggap masih kurang dan seharusnya sebesar 110 miliar miliar dolar (Rp 110 triliun). "Tentu saja itu masih belum cukup, tapi sistem pelayanan kesehatan sudah termasuk di dalamnya," tutur Endang.

Tentu saja tidak mengejutkan jika ratusan warga Indonesia meninggal tiap tahunnya akibat tuberculosis, malaria, demam berdarah dan penyakit lainnya. Tapi yang membuat saya bingung adalah bagaimana sebuah penyakit mata yang saya alami tidak terdiagnosa oleh satu pun dokter, padahal penyakit itu bisa memicu kebutaan.

Saya terpaksa pergi ke Amerika karena enam dokter di Indonesia sudah tidak bisa menjelaskan penyakit tersebut. Berbeda dengan dokter Indonesia, seorang dokter di Michigan langsung bisa mendiagnosis masalah dalam 5 menit.

"Anda terkena penyakit vernal conjunctivitis. Jika dokter di sana melihat dan memeriksa bagian di bawah kelopak mata Anda, penyakit ini sebenarnya bisa langsung ketahuan," ujar dokter Michigan yang memeriksa Jason.

Menurut Jason, sebenarnya para dokter di Indonesia sudah memeriksa bagian tersebut. Tapi tidak ada satu dokter pun yang menyadarinya dan melewatkannya begitu saja. Dokter di Jakarta hanya memberi steroid untuk mengurangi pembengkakan padahal setelah diperiksa di Amerika, pemakaian steroid justru akan memperparah keadaan.

Dokter di Jakarta juga melakukan pembersihan mata dengan cara mengurangi lapisan mata. Harapannya yaitu agar tumbuh lapisan baru di atas lapisan kornea yang rusak. Namun sakit yang dirasakan seperti ada keramik atau kaca yang ditusuk ke dalam mata saya.

Sebenarnya saya ingin menggugat dokter tersebut tapi Dr Kartono dan pakar kesehatan lainnya mengatakan bahwa kemungkinan memenangkan kasus malpraktik di Indonesia sangatlah kecil bahkan penggugat bisa jadi harus membayar kerugian yang lebih besar.

Setelah 9 bulan mengeluarkan ribuan dolar dan menjalani prosedur pengobatan di Amerika, 50 persen penglihatan saya sudah kembali normal. Meski saya masih merasa pusing dan tidak nyaman dengan ketidakseimbangan penglihatan kiri dan kanan, tapi saya optimistis mata saya akan kembali normal.

Saya sangat beruntung karena bisa mencari pengobatan di luar, tapi bagaimana dengan mereka yang tidak mampu dan tidak tahu harus berobat kemana? Semakin saya bertanya pada dokter-dokter di Jakarta, semakin banyak kekhawatiran dan cerita horor yang timbul.

Kasus Prita Mulyasari yang berani mengkritik sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah satu contoh bahwa ada yang salah dengan sistem kesehatan di Indonesia. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan setelah ini, tapi saya menyarankan agar Prita punya keberanian untuk menantang sistem yang sudah banyak mengorbankan orang banyak.

17 tahun tidak bisa Buang Air Besar(BAB) seorang pemuda dibawa ke rumah sakit

KursiTerbalik.com - BEKASI -Mujahidin,17, remaja yang tidak memiliki anus sejak lahir, akhirnya mendapat uluran tangan dari LAZNAS Bank Syariah Mandiri,Rabu hari ini berencana membawanya ke RSCM untuk menjalani operasi.

H.Alam Sani, Direktur LAZNAS BSM sudah berkoordinasi ,baik dengan keluarga korban maupun dengan pihak RSCM. “Kami berterima kasih dengan LAZNAS BSM yang telah bersedia membiayai
operasi anak kami,” ungkap Jaenudin mewakili keluarga Muhajirin.

Selama 17 tahun Muhajirin, warga Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan,Kabupaten Bekasi hidup dalam penderitaan lantaran tak memiliki anus.Remaja yang tak sempat mengenyam pendidikan ini, terpaksa membuang kotoran melalui perut yang merembes berbentuk cairan.
Orang tua Muhajirin tak berani membawa anaknya ke rumah sakit lantaran tak ada
biaya. Pihak keluarga pun sudah mengadu ke bupati. Namun secara beruntun bupati menugaskan ke sekda, sekda kemudian menugaskan ke camat, yang akhirnya camat menugaskan Puskesmas Babelan sendiri ogah buru-buru merawat Muhajirin sebelum mengurus SKTM(Surat Keterangan Tidak Mampu).

Bahkan ketika bupati dan Sekda melakukan kerja ke Babelan, sama sekali tak terbersit keinginan mereka untuk menengok Muhajirin yang memang warga miskin tersebut.Beruntung kemudian pĂ­hak LAZNAS BSM membaca Pos Kota yang memberitakan penderitaan Muhajirin tergerak hati untuk membiayai semua biaya operasi.Setelah mengurus operasi Muhajirin, pihak LAZNAS juga akan membantu biaya operasi Nur Ali, 7,warga Desa Bahagia, Babelan, yang juga tak memiliki anus alias saluran pembuangan.

Selasa, 23 Februari 2010

Porphyria, Penyakit Vampire




KursiTerbalik.com - Porphyria adalah suatu kelainan pada proses biosintesis heme, bagian dari hemoglobin, komponen sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen dan mengalirkannya ke seluruh tubuh. Pada penderita porphyria, terjadi peningkatan ekskresi porphyrin, enzim yang berperan dalam sintesis heme. Penumpukan porphyrin dalam jaringan tubuh menyebabkan urin berwarna merah keunguan, kulit sangat sensitif terhadap sinar matahari, dan -dalam beberapa kasus- penderitanya mengalami anemia parah.

Kemiripan beberapa gejala porphyria di atas dengan ciri-ciri vampir dan drakula yang melegenda di masyarakat menimbulkan dugaan bahwa porphyria adalah penyakit di balik mitos tersebut. Anemia parah dan urin berwarna merah keunguan disinyalir sebagai akar lahirnya legenda vampir peminum darah. Dugaan ini dikemukakan pertama kali oleh seorang biokimiawan, David Dolphin dalam pertemuan American Association for the Advancement of Science tahun 1985.
Porphyria berasal dari kata Yunani, porphura yang artinya warna ungu. Nama ini mengacu pada perubahan warna beberapa cairan tubuh menjadi ungu, salah satunya urin. Porphyria terdiri dari beberapa tipe dengan beragam gejala. Tidak semua jenis porphyria memperlihatkan gejala ke-‘vampir’-an. Secara umum, porphyria dibagi dua: acute porphyria dan cutaneous porphyria. Acute porphyria menyerang sistem saraf, dengan gejala nyeri di bagian perut, muntah, konstipasi, diare, lemah otot, demam, dan halusinasi. Cutaneous porphyria menyerang neuron saraf kulit, menyebabkan kulit penderitanya sangat sensitif dan mudah melepuh jika terkena sinar ultraviolet. Porphyria jenis inilah yang sering diidentikkan dengan ciri-ciri vampir.

Porphyria cutanea tarda, jenis porphyria yang paling sering ditemui, termasuk tipe yang menyerang saraf kulit. Dalam kaitannya dengan lokasi penumpukan porphyrin, porphyria juga dibagi menjadi dua: hepatic porphyria (penumpukan di liver/hati) dan erythropoietic porphyria (penumpukan di sumsum tulang produsen sel darah merah). Porphyria merupakan kelainan yang langka, dan bukan penyakit menular. 20% penderita mendapatkan porphyria melalui pewarisan genetik, sedangkan 80% disebabkan oleh penggunaan narkotika dan alkohol.

Ada beberapa orang terkenal yang diduga kuat menderita porphyria, antara lain: George William III (raja Inggris 1760-1820), Mary Stuart (sepupu George III, ratu Skotlandia 1542-1567), Vincent van Gogh (pelukis impresionis), dan Nebukadnezar II (raja Babylonia 605-562 SM). Vampir memang legenda, mereka tidak nyata. Namun, orang yang memiliki ciri-ciri vampir, ternyata ada!

Senin, 22 Februari 2010

RS Omni Kerja Keras Jaring Pengunjung

KursiTerbalik.com - Setelah kasus Prita, yang berakibat pada hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap RS Omni International, kini RS itu mulai pulih. Jumlah pasien yang berkunjung untuk berobat mulai normal.

"Jumlah pasien sudah mulai normal, sekitar 400 orang per hari. Sewaktu ada kasus Prita memang sempat anjlok," ujar Bina Ratna Kusuma Fitri, Direktur RS Omni International, Sabtu 20 Februari 2010.

Menurut Bina, jumlah kunjungan pasien mulai normal dalam dua bulan terakhir. Untuk memulihkan kepercayaan itu, pihak RS Omni International harus kerja keras. Oleh karenanya, manajemen gencar menggulirkan berbagai macam program promosi, dan kegiatan kemasyarakatan. "Program promosi terus berjalan, baik itu ada kasus maupun tidak. Karena ini sudah menjadi komitmen kami," katanya.

Namun, kepercayaan masyarakat belum sepenuhnya pulih. Seperti yang ditemui, ada pasien yang berobat hanya untuk sakit ringan, tidak untuk sakit berat yang mengharuskan dirawat inap. "Kalau cuma batuk dan flu seperti musim hujan sekarang, tak apa-apa berobat ke sini. Tapi kalau sakit berat, rasanya tidak," ucap Mely Qing.

Menurut Mely, untuk memulihkan kepercayaan masyarakat butuh waktu yang lama. "Konsumen tentu melihat dulu perkembangannya. siapa tahu masih ada kasus lainnya," tandas Mely yang sedang mengantar putrinya, yang sakit batuk.

Widianingsih, warga perumahan Alam Sutra, yang juga sedang menjenguk temannya berobat ke RS Omni, mengatakan kualitas pelayanan RS Omni kini membaik setelah kasus Prita. "Sekarang ini kalau mau masuk ke lobi RS, dibukakan pintu seperti di hotel. Petugasnya juga ramah, tidak seperti dulu," ucapnya.

Widianingsih mengaku belum percaya pada layanan di RS Omni. Jika sakit, dia justru memilih RS lain, seperti RSI Bintaro, atau ke Siloam Hospital di Lippo Karawaci. "Untuk berobat tidak dulu deh. Saya belum percaya saja," tegasnya.

Sementara itu, kata Bina untuk menarik minat masyarakat berobat ke RS Omni International, pihaknya akan segera membuka layanan khusus bagi sakit jantung dan syaraf. "Selain itu kami juga mau buka pusat penyembuhan sakit diabetes," ujarnya.

Menurut Bina, potensi pasar untuk menjerat pasien sakit jantung dan syaraf di wilayah Tangerang, cukup baik. "Tren sakit jantung dan syaraf cukup tinggi. Buktinya, dari sekitar 400 orang pasien yang berobat ke sini setiap hari, sekitar 40 persen adalah pasien sakit jantung dan syaraf," ucapnya.

sumber : vivanews.com


Karyawan Berhenti Merokok, Perusahaan Beri Bonus

KursiTerbalik.com - Enak betul jadi pegawai di Finlandia, selain terima gaji bulanan, jika berhenti merokok mereka juga diberi imbalan!

Makin banyak pejabat kotapraja dan pemilik perusahaan di negeri itu mendorong sebagian bahkan membayar pegawai mereka agar menghentikan kebiasaan merokok.

Para pejabat di kotapraja Espoo dan Nokia, sebagaimana dilaporkan media lokal, Minggu (21/2/2010), sudah melarang orang merokok, sementara Helsinki, Vaasa, dan Seinajoki saat ini berusaha membuat kampus mereka bebas tembakau. Di antara rencana kotapraja, wilayah rumah sakit telah menjadi gagasan pertama pejabat bagi kebijakan bebas rokok. Semua universitas di Oulu dan Kuopio juga telah menerapkan larangan merokok.

Perusahaan di sektor swasta di Finlandia mulai dari rangkaian hotel sampai perusahaan susu dan asuransi saat ini membuat tempat kerja mereka jadi daerah bebas rokok. Rokok berbahaya bagi kesehatan pekerja, dan makin banyak pejabat Finlandia sangat ingin pegawai mereka berhenti merokok. Mereka percaya bahwa penanaman modal mereka akan tertebus dalam bentuk pekerjaan yang lebih efisien dan berkurangnya cuti sakit.

Namun, Profesor Kari Reijula di Lembaga Kesehatan Tempat Kerja Finlandia menyatakan, atasan tak boleh memaksa orang berhenti merokok. Untuk alasan itu, para atasan di Finlandia menanggung biaya bagi terapi pengganti nikotin atau memberi imbalan insentif uang buat pegawai yang menghentikan kebiasaan mereka merokok.

Perusahaan yang lebih berminat, seperti perusahaan Forklif dan Derek Pekkaniska, telah mengesahkan rencana insentif guna mendorong perokok menghentikan kebiasaan mereka dan bukan secara paksa melarang kebiasaan itu.

Juru bicara perusahaan tersebut mengatakan, seorang pegawai yang berhasil menghentikan kebiasaan merokok selama satu tahun akan menerima bonus sebanyak 1.000 euro dan 170 euro setiap tahun sesudahnya karena mampu mempertahankan diri bebas rokok.

Perusahaan itu juga menawarkan bonus uang kontan buat pekerja yang tidak minum alkohol, dan kepada mereka yang secara rutin berolahraga.

sumber : kompas.com