Pages

Tampilkan postingan dengan label telkomsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label telkomsel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Februari 2010

Telkomsel Siapkan 5000 iPhone 3GS

KursiTerbalik.com - iPhone 3GS resmi tersedia di pasar Indonesia mulai 18 Februari 2010. Pada tahap awal, Telkomsel sebagai mitra eksklusif telah menyiapkan 5000 unit.

"Kami sediakan 5000 unit dulu untuk bulan ini, kalau kurang gampang ditambah," ujar Gideon Edie Purnomo, VP Channel Management Telkomsel saat jumpa pers peluncuran iPhone 3GS di Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (19/2/2010).

Smartphone terbaru buatan Apple tersebut tersedia di 31 gerai Grapari di 24 kota dan gerai Halo Telkomsel serta mitra penjualannya seperti Sarindo, Oke Shop, dan Telesindo Shop.

Selama tiga hari ke depan, 19-21 Februari 2010, iPhone 3GS juga dijual di arena pameran di Atrium Plaza Senayan. Khusus periode promosi ini, iPhone 3GS bisa dibeli secara cicilan dengan kartu kredit BCA, Bank Mandiri, dan Citibank.

iPhone 3GS tersedia dalam dua model, masing-masing dengan kapasitas 16 GB dan 32 GB dengan harga tunai mulai sekitar Rp 7 juta. Telkomsel juga menawarkan paket mulai harga Rp 1,7 juta dengan kontrak langganan setahun.

Dibandingkan versi sebelumnya, iPhone 3G memiliki kelebihan terutama di sisi hardware, Prosesornya lebih cepat, resolusi kamera lebih tinggi, dan fitur baru seperti rekaman video.

sumber : kompas.com

BTS Tenaga Surya Terbukti Menjanjikan

KursiTerbalik.com - Sumber energi pada Base Transceiver Station (BTS) rupanya tidak hanya dapat menggunakan sumber energi konvensional berupa listrik. Sulitnya mendapatkan pasokan listrik untuk pengoperasian BTS di daerah-daerah terpencil mendorong Telkomsel untuk mengembangkan penggunaan energi alternatif bagi BTS selain listrik.

Baru-baru ini Telkomsel secara resmi mengoperasikan BTS dengan energi alternatif dengan sumber energi cahaya matahari yang didapatkan dengan penggunaan panel solar di Pulau Senayang, Kepulauan Riau. Pengoperasian ini merupakan BTS ke 132 dengan panel solar milik Telkomsel sekaligus sebagai yang terbanyak di Asia.

GM Radion Operation Power System Telkomsel Iwan Chaerul mengatakan penggunaan panel solar sebagai sumber energi alternatif ini merupakan upaya untuk menjamin ketersediaan power supply yang dibutuhkan untuk pengoperasian BTS.

"Terutama untuk daerah-daerah terpencil dimana ketersediaan listrik PLN masih sangat minim. Apalagi wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan dengan variasi kontur geografis yang berbedak-beda," kata Iwan Chaerul dalam konferensi persnya, di Jakarta, Kamis (18/2/2010).

Iwan menjelaskan penggunaan panel solar sebagai sumber energi BTS sangat memungkinkan dan cocok diterapkan pada pembangunan BTS di daerah-daerah dengan pasokan listrik minim. Panel solar diklaim mampu memasok energi listrik sebesar 0, 115 megawatt seperti yang terdapat pada BTS konvensional dengan sumber energi listrik atau pun genset berbahan bakar solar. "Hampir setara dengan 100 genset konvensional berkapasitas 20 kVA," tuturnya.

Sumber energi matahari dengan panel solar ini, kata Iwan, mampu memasok energi BTS hingga tiga hari. Ini sudah termasuk dengan keperluan pengisian baterai cadangan yang dioperasikan pada malam hari ketika tidak ada cahaya matahari.

"Panel solar yang kami gunakan luasnya 140 meter persegi. Ini mampu memenuhi kebutuhan listrik BTS sampai tiga hari. Lebih lama dibandingkan panel solar lainnya yang hanya bertahan 24 jam," kata dia.

Biaya yang dikeluarkan untuk pengoperasian dan maintenance BTS berpanel solar ini pun, kata Iwan, jauh lebih murah dibanding BTS yang menggunakan genset. Operator hanya mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk pengadaan panel solar dan lahan yang agak luas pada awal pembangunan BTS. "Selanjutnya dalam pengoperasian kita tidak butuh biaya apapun selain maintenance," tuturnya.

Sementara ini, ujarnya, penggunaan panel solar ini lebih tepat pada BTS di daerah-daerah terpencil. Sementara di kota besar, relatif kurang cocok karena biaya lahan yang tentu jauh lebih mahal berhubung panel solar membutuhkan lahan yang lebih luas.

Mengenai investasi yang dikeluarkan Telkomsel untuk pembangunan sebanyak 132 BTS berpanel solar tersebut, Iwan mengatakan total dibutuhkan biaya sekitae Rp 60 hingga Rp 100 miliar. "Ke depan kita punya plan untuk 39 BTS panel solar lagi," ucapnya.

Lebih lanjut mengenai konten bahan baku peralatan panel solar yang digunakan, kata Iwan, Telkomsel untuk sementara masih menggunakan panel solar keluaran Jepang dan AS seperti Energy dan Kyocera. "Ke depan tidak menutup kemungkinan kita pakai produk-produk lokal jika pengembangannya juga sudah semakin baik," tuntasnya.

sumber : kompas.com

iPhone Masih Kalah Bersaing dengan BlackBerry

KursiTerbalik.com - Jumlah pengguna iPhone, smartphone buatan Apple, di Indonesia mengalami peningkatan yang pesat. Sejak diluncurkan setahun lalu, puluhan ribu pengguna layanan seluler memilih perangkat tersebut.

"Sekitar 30.000-an yang sudah pakai sejak peluncuran pertama Maret 2009 lalu," ujar Gideon Edie Purnomo, VP Channel Management Telkomsel saat jumpa pers peluncuran iPhone 3GS di Jakarta, Jumat (19/2/2010).

Untuk iPhone 3GS, Telkomsel telah menyiapkan 5000 unit pada tahap awal untuk satu bulan pertama. Gideon enggan menyebut berapa target penjualannya, namun hanya mengatakan siap menambah berapa pun jika kurang dan akan melakukan evaluasi setiap bulan.

Gideon mengakui, jumlah pengguna iPhone memang tak sebesar BlackBerry yang kini sudah mencapai hampir 200.000 pengguna di Telkomsel. Meski demikian, ia mengatakan animo masyarakat terhadap iPhone cukup bagus. Karenanya, Telkomsel pun terus mendukung pengembangan konten aplikasi yang menjadi kekuatan iPhone.

Sebelum meluncurkan iPhone untuk pertama kali Maret lalu, Telkomsel sempat berharap iPhone bisa melebihi BlackBerry. Saat itu jumlah pengguna BlackBerry telah mencapai sekitar 50.000. Namun, BlackBerry mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi jauh meninggalkan iPhone setahun terakhir.

sumber : kompas.com