Pages

Tampilkan postingan dengan label pornografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pornografi. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 April 2010

tamat sudah riwayat bagi penggemar bokep


KursiTerbalik.com - Merazia komputer dari file-file porno bukan hal mudah. Tapi kini ada aplikasi khusus yang memungkinkan mendeteksi komputer pribadi seseorang, apakah si empunya termasuk kolektor film dan gambar panas atau tidak.
Aplikasi ini diberinama Paraben Porn Detection Stick (PDS) dan disimpan dalam piranti flash disk USB. Kehebatannya, program itu mampu mencari foto-foto porno yang ada disebuah komputer dengan cara yang tepat dan akurat

Cara kerja aplikasi berdasarkan metode algoritma yang cukup kompleks. Lewat metode itu, PDS mampu menganalisa tesktur daging, kurva, muka dan bagian tubuh lain guna mencari foto-foto dan film beradegan syur. PDS ini memang sengaja dibuat dalam format USB guna memudahkan pengguna merazia banyak komputer.

Selain itu, bagi pengguna yang ingin mengoperasikan program tak perlu install namun cukup mengklik PornDetectionStick.exe lalu biarkan PDS menjalankan tugasnya. Cara kerjanya mirip fitur search pada windows, bedanya PDS secara otomatis mencari tanpa harus memberikan ciri-ciri file dan lainnya.

Seperti kemampuan piranti teknologi lain, PDS tidak memiliki akurasi hingga 100%. Walau demikian, tingkat kesalahan hanya 1%. Ini artinya, PDS cukup mumpuni untuk urusan mencari gambar maksiat dan file foto bahkan yang sudah terhapus sebelumnya.

Proses pencariannya pun cukup cepat. Dalam situs resminya, www.paraben.com, PDS hanya butuh 1.5jam untuk mencari 70.000 gambar dengan kapasitas hardisk 500 GB.

Sayangnya, sebagian dari kolektor film panas mungkin menyimpannya dalam sebuah file rahasia. Masalanya, cakupan PDS hanya mampu mendeteksi file-file terbuka alias tanpa ada aplikasi pelindung folder.

Dari segenap keterangan yang ada, PDS memang bermanfaat. Aplikasi ini pun cocok bagi orang tua yang ingin memastikan komputer anak-anak mereka bebas dari file porno. Paraben Porn Detection Stick dijual di pasaran dengan harga US$ 98.95 (sekitar Rp. 950 ribuan).

Selasa, 09 Maret 2010

Alasan dan Pengaruh Pornografi

KursiTerbalik.com - Anda pendukung atau penentang RUU Antipornografi? Simak pendapat pakar seksologi nomor satu di Indonesia ini tentang pornografi.

”Ada alasan tertentu mengapa orang senang terhadap pornografi,” ujar Prof Dr Wimpie Pangkahila, Sp.And.

Pertama, mendapat tambahan informasi tentang perilaku seksual walaupun tidak selalu benar secara ilmiah. Kedua, pornografi memberikan kesempatan untuk melatih secara imajinasi tentang sesuatu yang ingin diketahui. Ketiga, mendapatkan sesuatu yang bersifat rekreasi.

Pada masa lalu, orang berpendapat bahwa pria lebih kuat mengalami reaksi seksual terhadap rangsangan audiovisual daripada perempuan. Ternyata pendapat ini salah.
Menurut Prof Wimpie, pria dan perempuan sama dalam mengalami reaksi seksual terhadap bahan yang bersifat erotis. Karena itu, bagi orang dewasa yang mengalami gangguan fungsi seksual tertentu, pornografi yang dirancang khusus diakui mempunyai manfaat.

Rangsangan seksual yang diberikan oleh pornografi dapat menimbulkan reaksi seksual, baik pada pria maupun perempuan. Reaksi seksual yang muncul dapat bersifat fisik atau psikis.

Meski begitu, reaksi seksual yang muncul tidak sama kepada setiap orang. Bahkan, bagi sebagian orang, pornografi yang disaksikan justru menimbulkan reaksi yang tidak menyenangkan.

Kenyataan ini sekali lagi menunjukkan bahwa tidak ada pegangan yang pasti dan obyektif untuk menentukan apakah suatu bahan tergolong pornografi atau tidak, dalam kaitan dengan munculnya reaksi seksual dan perilaku seksual.

Perilaku seksual
Perilaku seksual manusia, baik pria maupun perempuan, menurut Prof Wimpie, dipengaruhi oleh 5 faktor. Pertama, dorongan seksual. Kedua, pengalaman seksual sebelumnya. Ketiga, pengetahuan seksual. Keempat, nilai sosial budaya. Kelima, lingkungan.

”Perilaku seksual sebenarnya merupakan ekspresi dorongan seksual, yang lebih khusus dinyatakan dalam bentuk aktivitas seksual, termasuk hubungan seksual,” ujar guru besar Kedokteran Universitas Udayana, Bali, ini.

Dorongan seksual sendiri, menurut dia, dipengaruhi oleh 5 faktor. Pertama, hormon seks. Kedua, keadaan kesehatan tubuh. Ketiga, faktor psikis. Keempat, pengalaman seksual sebelumnya. Kelima, rangsangan seksual dari luar.

Rangsangan seksual dari luar dapat berupa rangsangan yang bersifat fisik ataupun psikis. Rangsangan fisik, misalnya, ciuman dan rabaan, sedangkan rangsangan psikis, antara lain, khayalan dan pornografi.

”Rangsangan seksual ini dapat atau tidak dapat menimbulkan reaksi seksual bagi yang menerimanya. Reaksi yang muncul sangat bergantung pada jenis dan intensitas rangsangan seksual bagi yang menerima,” katanya.

Karena itu, sebagian orang mengalami reaksi seksual yang cukup ketika menerima suatu rangsangan. Sebagian lain tidak mengalami reaksi seksual yang cukup dan sebagian yang lain lagi justru bereaksi negatif terhadap rangsangan seksual yang diterima.

Namun, bukan berarti setiap orang yang mengalami reaksi seksual harus selalu mengekspresikannya dalam bentuk aktivitas seksual. Faktor lain, seperti disebut di atas, ikut berpengaruh sehingga munculnya dorongan seksual tidak harus selalu diekspresikan dalam bentuk aktivitas seksual, termasuk hubungan seksual.
Itulah pula yang membedakan manusia dengan binatang, bukan?

sumber : kompas.com

Minggu, 21 Februari 2010

Kini Pak Polisi Indonesia Mulai Lakukan Patroli Cyber pada Situs Porno dan Sejenisnya


Situs Porno Marak, Polisi Gelar Patroli Cyber

Jumat, 12 February 2010, 14:25 WIB
JAKARTA--Sebagai upaya memberantas praktik prostitusi dan pornografi di dunia maya, Polda Metro Jaya akan menggelar patroli cyber di dunia maya. Patroli ini akan melibatkan Satuan Cyber Polda Metro Jaya. Dalam usahanya, polisi akan melibatkan pakar teknologi.

Patroli ini bertujuan untuk mendeteksi situs dan akun facebook porno. Untuk sementara ini, polisi telah berhasil mendeteksi beberapa situs yang menampilkan prostitusi terselubung, di antaranya situs B*1*com.

Beberapa situs dan akun facebook bahkan telah diblokir. Namun begitu, pemilik dari situs tersebut berhasil lolos dari jeratan aparat.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar, polisi telah mengerahkan satu satuan khusus dalam menangani masalah cyber media ini. Petugas unit cyber, ungkapnya, bertugas untuk merazia akun facebook dan situs yang menampilkan praktik prostitusi.

“Mereka melakukan operasi via dunia maya. Jadi dengan mendeteksi keberadaan situs dan akun porno,” jelas Boy kepada para wartawan di mapolda Metro Jaya, Jum’at (12/02).

Boy menjelaskan, pihaknya mengalami sedikit kendala dalam mendeteksi keberadaan situs porno di dunia maya. Kendala yang dialami cukup kompleks, karena jumlah situs dan akun facebook porno sangat banyak. Disamping itu, kelihaian pelaku dalam menutupi kejahatan menjadi kendala tersendiri.

“Mereka itu memakai kode-kode rahasia, jadi butuh waktu bagi petugas untuk memecehkannya. Selain itu jumlah dari situs porno yang sangat banyak juga menyulitkan kami dalam memberats seluruh situs dan akun porno,” kata Boy.

Ia mengatakan, maraknya praktek prostitusi dan pornografi lebih disebabkan oleh kemajuan teknologi. Mudahnya seseorang dalam mengakses dunia maya, berkorelasi langsung dengan maraknya situs dan akun facebook porno.

“Karena sekarang masyarakat banyak yang akses ke internet, maka banyak pihak yang tidak bertanggung jawabmemenfaatkannya untuk melancarkan praktik haram tersebut. Inilah yang dinamakan “miss use cyber media” (penyalahgunaan cyber media),” ungkap Boy

Boy memberi himbauan pada masyarakat agar segera member informasi pada polisi, jika mendapati keberadaan situs porno. Informasi masyarakat, ungkapnya, akan mempermudah kerja polisi dalam memberantas praktik pornpgrafi dan prostitusi via dunia maya.

“Umumnya para member dan pelanggan situs porno itu sangat sulit dilacak. Mereka sangat pandai menutupi aktivitasnya. Salah satu cara untuk membongkar semua itu adalah dengan partisipasi aktif masyarakat. Jika mendapati ada situs dan akun facebook porno, segeralah melapoe ke polisi,” himbaunya.

Ironisnya, kebanyakan korban dari praktik situs porno adalah anak dibawah umur. Menurut Boy, hal tersebut berbahaya, karena secara langsung dapat mengganggu perkembangan psikologis dari anak. Oleh sebab itu, ia menyarankan pada pihak keluarga agar mengawasi aktivitas anaknya di dunia maya.