Pages

Tampilkan postingan dengan label karyawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karyawan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Februari 2010

5 Kesalahan Terbesar Karyawan di Kantor


KursiTerbalik.com - Setiap orang tentu harus tampil sebaik mungkin di kantor, baik dalam penampilan fisik maupun performa kerja. Anda dituntut untuk melakukan apa saja demi kesuksesan perusahaan. Namun meskipun Anda berpikir bahwa Anda adalah sosok yang paling dibutuhkan di kantor, sedikit kecerobohan bisa menghambat kemajuan Anda. Anda tidak percaya? Coba lihat beberapa kesalahan yang sering dilakukan karyawan di kantor berikut ini:

Menjadikan Facebook sebagai sarana komunikasi
Dulu, email dan instant messenger menjadi sarana komunikasi andalan Anda. Ketika kita perlu menyampaikan laporan kepada rekan kerja, klien, atau atasan yang sedang berada di luar kantor, kita bisa mengirimkannya melalui email. Kini, karena banyak ponsel sudah memiliki aplikasi Facebook, Anda pun mengirimkan undangan meeting kepada rekan kantor melalui Wall atau Inbox. Ayolah, tak semua orang mempunyai cukup banyak waktu untuk membuka-buka Facebook pada jam kerja. Pesan Anda bisa saja tak dibaca penerimanya.

Anda mendekam terus di dalam kubikel
Jangan mengira bahwa dengan menatap layar komputer Anda terus-menerus membuat Anda dianggap sebagai karyawan teladan. Keluar dari kubikel untuk bergabung bersama rekan-rekan Anda di pantry atau di ruang merokok juga bisa memperbaiki hasil kerja dan membangun kesetiakawanan. Menertawakan beban kerja yang harus ditanggung dapat menguatkan ikatan sesama karyawan, memperbaiki komunikasi dan performa Anda, demikian menurut sebuah studi dari University of Missouri di Columbia.

Di lain pihak, Anda juga bisa lho, menjadikan kubikel Anda sebagai "markas" karyawan. Letakkan saja macam-macam snack (yang sehat tentunya!), maka rekan-rekan Anda akan senang nongkrong di tempat Anda. Anda akan banyak mendengar "gosip" mengenai keadaan kantor dari sini.

Menjadi sumber penyakit di kantor
Badan meriang, ingus terus keluar dari hidung Anda, bersin dan batuk-batuk? Sudahlah, istirahat saja di rumah. Memaksa masuk kerja ketika Anda menjadi penyebar virus dapat menciptakan wabah penyakit di kantor. Tahukah Anda, menurut penelitian University of Arizona di Tucson, rata-rata meja kerja memiliki kuman 400 kali lebih banyak daripada di toilet seat gedung kantor? Lagipula, atasan Anda akan jengkel bila menghadapi bawahan yang terlihat loyo dan kurang konsentrasi.

Memakai parfum terlalu banyak
Bagaimana pun juga, bau wangi memang lebih menyenangkan daripada bau keringat. Namun bila setiap hari harus menghirup wangi yang terlalu semerbak, tentu akan mengganggu juga. Menurut Job Accommodation Network di Morgantown, West Virginia, makin banyak keluhan yang disampaikan pekerja kantor akibat penggunaan parfum. Bagian sebagian orang, wangi parfum bisa memperparah migrain dan memicu serangan asma. Belum lagi gangguan kecil seperti bersin-bersin. Wangi sitrus atau bunga-bungaan yang ringan lebih disarankan untuk kondisi di kantor.

Sibuk sendiri saat meeting
Anda tahu kan, pemandangan yang kerap terjadi saat ini? Daripada mendengarkan atasan ngoceh saat meeting, lebih baik mengutak-atik Blackberry. Menurut Liz Bywater, PhD, konsultan karier di Yardley, Pennsylvania, melakukan aktivitas seperti ini akan menjauhkan Anda dari topik yang sedang dibicarakan. Selain itu, Anda menunjukkan pada rekan yang lain bahwa Anda tidak peduli dengan meeting tersebut.

DIN

Editor: din

Sumber: self

6 Trik Agar Gaji Lebih Tahan Lama



KursiTerbalik.com - Anda pernah dengar istilah gaji tujuh koma? Maksudnya bukan gaji sebesar Rp 7 juta, tetapi, tanggal 7 sudah "koma". Tentu, hal ini bukan karena gaji orang tersebut di bawah upah minimum, tetapi karena gaya hidup besar pasak daripada tiang.

Dasar dari koma yang Anda alami ini sebenarnya adalah pengelolaan keuangan yang salah. Robert Pagliarini, MSFS, CFP, penulis The Six-Day Financial Makeover dan presiden Pacifica Wealth Advisors, Inc., menawarkan sebuah sistem untuk mengontrol keuangan Anda:

Buat laporan pengeluaran
“Satu-satunya cara untuk mengawasi keuangan adalah dengan memeriksa, kemana perginya uang Anda," ujar Pagliarini. Catat apa saja pengeluaran Anda selama seminggu. Kebanyakan orang, menurutnya, tidak akan kaget melihat pengeluaran yang besar seperti sewa rumah, bensin, atau asuransi. Justru orang lebih syok ketika melihat banyaknya pengeluaran kecil-kecilan seperti nonton film, ngopi bareng teman, atau memborong DVD. Setelah diakumulasi, jumlahnya jadi banyak juga!

Terapkan manajemen amplop
Sebagian orang menjalani metode yang kerap dianggap kuno ini. Tiap minggu, ambil sejumlah uang dari ATM atau bank (sesuai dana Anda, atau kurang dari itu), lalu bagi-bagi sesuai kebutuhan. Belanjakan uang hanya dari dana tersebut selama seminggu. Anda pasti tak menyangka berapa banyak yang bisa Anda hemat dengan cara ini.

Tunda pengeluaran
Ada beberapa jenis pengeluaran yang dapat ditunda sementara. Misalnya, menunda liburan atau tukar tambah mobil baru. Dengan menunda pengeluaran seperti ini, Anda akan mendapat tambahan uang untuk keperluan yang lebih mendesak.

Batalkan
Batalkan pengeluaran yang tidak Anda manfaatkan. Misalnya, Anda mendaftar jadi anggota pusat kebugaran, tetapi tak pernah menggunakan keanggotaan Anda. Sudahlah, bersikap realistis saja. Jika olahraga memang belum jadi prioritas Anda, lebih baik memanfaatkan uang membership untuk keperluan lain. Hal yang sama bisa Anda terapkan untuk biaya ekstra saluran tambahan dari TV berbayar yang tak pernah Anda tonton.

Kurangi
“Setiap pengeluaran yang Anda batalkan adalah tabungan ekstra dalam dompet Anda," ujar Pagliarini. Misalnya Anda punya kebiasaan makan bersama keluarga besar pada Minggu siang. Anda bisa mengurangi tradisi ini dengan makan bersama hanya dua minggu sekali. Cara lain tetap makan bersama tiap minggu, namun dengan memilih restoran yang tidak begitu mahal.

DIN

Editor: din (kompas)