Pages

Tampilkan postingan dengan label afrika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label afrika. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Maret 2010

Ratusan Orang Tewas dalam Pembunuhan Massal di Kongo


Pemberontak Tentara Perlawanan Tuhan (LRA) Uganda membantai sedikitnya 290 orang, dan mungkin lebih dari 300 orang, dalam pembunuhan besar-besaran yang sebelumya tidak dilaporkan, di Kongo, pada Desember 2009, kata seorang pejabat PBB, Sabtu (27/3/2010).

Rangkaian pembunuhan itu terjadi di beberapa desa di bagian wilayah timurlaut Republik Demokratik Kongo (DRC) yang terpencil dan menyusul peringatan akan ancaman pemberontak setelah pembantaian yang sama tahun sebelumnya. "Kami sudah mengkonfirmasi 290 orang sedikitnya telah tewas dan 150 orang diculik," kata Liliane Egounlety, yang memimpin penyelidikan terhadap pembunuhan yang terjadi di distrik Haut-Uele di Kongo, Desember.

Todd Howland, direktur kantor bersama hak asasi manusia PBB di Kongo, menyatakan jumlah itu "dapat mencapai 300 lebih."

Berita mengenai pembunuhan itu akan memanaskan perdebatan mengenai peran dan masa depan misi PBB yang banyak dikritik. Misi itu mengeluh, mereka kekurangan sumber untuk melindungi warga sipil, tapi juga mendapat tekanan dari pemerintah untuk mundur dari Kongo tahun depan.

Sabtu, 20 Februari 2010

Afrika Asal Suku Bangsa Asia




KursiTerbalik.com - Studi besar yang memetakan genetik populasi bangsa Asia menghasilkan data genom yang fundamental dalam pemahaman asal usul bangsa Asia. Salah satunya, pola migrasi manusia ke Asia yang melahirkan berbagai suku bangsa.

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Dr Sangkot Marzuki dalam jumpa pers terkait dengan sosialisasi hasil penelitian itu mengatakan, untuk pertama kalinya lebih dari 90 ilmuwan dari Konsorsium Pan-Asian SNP (Single Nucleotide Polymorphisms) yang dinaungi oleh Human Genome Organisation (Hugo) mengadakan studi lebih luas mencakup 73 populasi di Asia Tenggara dan Asia Timur. Sepuluh negara Asia yang terlibat ialah Jepang, Korea, China, Taiwan, Singapura, Thailand, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan India.

Studi tersebut menggunakan sekitar 2.000 sampel dengan 50.000 marka (titik data) per sampel dari 73 populasi di Asia. Penelitian yang dilakukan konsorsium itu didasari pada keinginan melihat detail melalui model urutan sekuen deoxyribonucleic acid (DNA). Hasil studi itu telah diterbitkan dalam artikel majalah Science. Sebelumnya ada studi-studi yang mirip, tetapi populasinya relatif minim.

Sangkot mengatakan, dari penelitian itu antara lain terungkap pola migrasi ”nenek moyang” bangsa Asia.

Studi itu menunjukkan, pada masa lalu terdapat satu jalur utama migrasi manusia ke Asia, yakni melalui Asia Tenggara. Ia melanjutkan, setelah keluar dari Afrika 150.000-200.000 tahun lalu, mereka singgah di Asia Tenggara sekitar 60.000 tahun lalu, kemudian menyebar ke berbagai kawasan di Asia.

”Asia Tenggara merupakan lokasi bersama nenek moyang bangsa Asia,” lanjutnya. Itu menunjukkan, Asia Tenggara sumber geografis utama dari populasi Asia Timur dan Asia Utara.

Sangkot mengatakan, data geografis, bahasa, dan genetik memperjelas perlunya stratifikasi genetik dalam melaksanakan studi genetik dan farmakogenomik di Benua Asia.

Kesehatan

Sangkot menambahkan, pemetaan itu sangat penting terkait dengan hubungan antara pola migrasi, genetik, dan penyakit. Untuk negara kepulauan seperti Indonesia, dengan lebih dari 500 etnik, data tersebut sangat mendasar dalam pendekatan kesehatan masyarakat dan penelitian distribusi penyakit.

Distribusi penyakit berhubungan dengan distribusi penduduk dan genetik. Data dasar itu dapat digunakan untuk pencarian penyakit dan kecenderungan-kecenderungannya terkait dengan genetik. Selama migrasi manusia, terjadi perubahan dalam tubuh seiring dengan perubahan pola makan, kondisi lingkungan, dan aktivitas.

Data fundamental tersebut juga sangat berguna dalam penelitian farmakogenetik. Terdapat kemungkinan obat bekerja dengan cara yang berbeda pada populasi yang berbeda. (INE)