Pages

Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 April 2010

Ups! Malaysia Rilis Film Homo Pertama

KursiTerbalik.com - Sebuah film dengan tema percintaan sesama jenis akan menggebrak layar bioskop Malaysia dalam hitungan bulan. Film berjudul 'Dalam Botol' (bahasa Inggris: In A Bottle) ini merupakan film pertama di Malaysia yang mengangkat isu homoseksualitas.

Film tersebut mendapatkan izin produksi setelah badan sensor pemerintah meringankan aturan-aturan dalam penyensoran film yang mengekang industri perfilman Negeri Jiran selama bertahun-tahun.

Produser film, Raja Azmi, mengatakan, meski film berbahasa Melayu ini tidak menampilkan secara vulgar adegan berciuman maupun adegan terkait seksual, penayangan 'Dalam Botol' ini merupakan satu langkah maju bagi kebebasan media populer di negara mayoritas muslim dengan pengaruh ajaran Islam konservatif tersebut.

Film 'Dalam Botol' memfokuskan cerita pada seorang pria yang hubungannya dengan pasangannya (seorang pria) hancur setelah dia menjalani operasi ganti kelamin.

Selain bertindak sebagai produser, Raja Azmi juga menulis skenario film berdasarkan pengalaman temannya sendiri. "Kami mengambil risiko," kata perempuan sutradara ini dalam sebuah wawancara pekan ini sebelum badan sensor meloloskan film tersebut.

Raja Azmi mendaftarkan naskah awal 'Dalam Botol' tahun lalu pada badan sensor film. Badan sensor secara verbal menyetujui naskah itu dengan syarat tidak ada adegan ciuman antar pelakon pria atau adegan ranjang. Badan sensor juga meminta agar judul asli film diubah. Sebelum diberi judul 'Dalam Botol', film ini berjudul 'Anu Dalam Botol' (bahasa Inggris: Penis in a Bottle).

"Saat syuting di hari-hari pertama, dua pemeran utama kesulitan berakting, sulit bermain lepas dan tidak merasa nyaman, tapi mereka bisa menyesuaikan diri dengan peran masing-masing hingga proses pembuatan film selesai awal tahun ini," kata Raja Azmi.

"Kami masih memasukkan adegan kedekatan kulit dengan kulit saat mereka berpelukan hangat," katanya. "Tanpa adegan berpelukan, kami tidak bisa menunjukkan betapa dua karakter tersebut saling mencintai," lanjut produser kawakan ini. Dia menghabiskan 700 ribu ringgit untuk membuat 'Dalam Botol'.

sumber : vivanews.com

Jumat, 12 Maret 2010

Bocah 10 Tahun Dipaksa Menikah

KursiTerbalik.com - Seorang bocah perempuan dipaksa menikah dengan teman ayahnya. Parahnya lagi umur "si om" terpaut jauh dari bocah yang baru berusia 10 tahun tersebut.

Pernikahan antara pria berusia 30 tahunan dengan bocah ingusan ini, berlangsung tanpa kehadiran si bocah ataupun saksi. Pernikahan yang dianggap ilegal ini, ternyata berlangsung di sebuah mobil dan hanya dilakukan berdasarkan perjanjian oleh si ayah dengan temannya pada 22 Februari lalu.

Insiden ini baru diketahui oleh pihak berwenang Malaysia usai ibu korban melaporkan pernikahan itu ke polisi. Ibu yang mengaku bernama Na baru mengetahui pernikahan anaknya, usai si anak menelponnya dari sebuah hotel. Anak perempuan yang tidak diketahui namanya tersebut ternyata dibawa ke sebuah hotel usai perjanjian pernikahan yang disetujui ayahnya.

Anak perempuan yang kemudian mengetahui perjanjian pernikahan langsung meninggalkan hotel. Anak malang itu sempat menumpang tinggal dengan petugas hotel sebelum akhirnya pulang, pada keesokan harinya.

Menurut keterangan sang ibu, pria yang menikahi anaknya merupakan rekan dari suaminya yang ia temui usai melakukan salat di masjid. Tidak terima anaknya diperlakukan tidak adil, ibu dari anak tersebut langsung melaporkan kasus ini ke polisi Pasir Mas, Kelantan, Malaysia. Demikian diberitakan The Star, Jumat (12/3/2010).

Setelah mengetahui duduk persoalan dari kasus ini, pihak pengadilan agama Kota Baru memutuskan untuk menyuruh kedua pengantin melakukan mufarakah. Ketentuan ini mengharuskan pasangan suami istri beda usia ini, untuk tinggal terpisah.

sumber : okezone.com

Malaysia Tak Peduli Tuduhan Contek Budaya


KursiTerbalik.com - Malaysia tidak ambil pusing soal tuduhan sejumlah pihak di Indonesia bahwa negeri jiran mengklaim beberapa tarian Indonesia sebagai budaya mereka. Bahkan, Malaysia mendorong pertukaran program budaya yang lebih intensif dengan Indonesia.


Demikian menurut Menteri Informasi, Komunikasi, dan Kebudayaan Malaysia, Rais Yatim, sebelum acara pertunjukan budaya Malaysia digelar di Jakarta, Kamis malam 11 Maret 2010.

"Mereka tidak mengambil nilai-nilai mudarat atau negatifnya, sebab kehidupan ini berjalan dan tiap orang punya perspektif masing-masing, termasuk mengenai cara hidup, berbudaya, maupun bermusik," kata Rais. Rais juga mengundang warga Indonesia untuk berkunjung ke Malaysia dan melihat sendiri cara hidup orang Malaysia.

Menanggapi persoalan klaim budaya beberapa waktu lalu yang gencar diberitakan media-media di Indonesia, Rais mengatakan bahwa tanggung jawab untuk meluruskan persoalan itu setengahnya ada di tangan media.

"Media sebaiknya juga bekerja sama untuk melahirkan budaya positif dan menghindari hal-hal negatif," kata Rais sambil menambahkan bahwa seperti jins yang ada di mana-mana, batik juga ada di Malaysia, India, dan China.

Rais menjelaskan, berdasarkan perbincangannya dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mereka menganggap sebuah hubungan harus bersifat realistik. "Salah satu dari sifat realistik ini adalah bahwa dalam sejarah, ada yang disebut sebagai migrasi budaya," kata Rais

"Di Malaysia, kita punya orang Jawa, Minang, Bugis, dan banyak lagi. Mereka juga seperti orang Jawa di sini, orang Minang dan Mandailing di Sumatra, ataupun orang Bugis di Sulawesi, sehingga mereka (orang-orang migran) tersebut meneruskan cara hidup mereka sendiri," lanjut Rais.

"Dalam konteks itu, mereka sebenarnya tidak punya konflik apapun. Seperti juga orang Amerika dengan Inggris, mereka punya kemiripan satu sama lain," lanjutnya.

Pada masa mendatang, kata Rais, generasi kedua negara perlu bertukar program budaya dengan lebih intensif. "Kami akan coba dengan Kementerian Budaya dan Pariwisata Indonesia, serta Kementerian Penerangan dan Komunikasi untuk menjalankan program-program pertukaran budaya," kata Rais.

"Jadi pada pekan pertama bulan Mei tahun ini, Menteri Tifatul akan ke Kuala Lumpur dan kita akan menyempurnakan sidang musyawarah yaitu JCIM (Join Committee Indonesia-Malaysia) yang telah menjadi tradisi perundingan kedua negara," tambahnya.

Sedangkan Tifatul mengatakan bahwa ada kesalahpahaman mengenai kasus Tari Pendet yang dimasukkan dalam iklan pariwisata Malaysia. "Kita lebih banyak salah paham. Tarian itu ada di Discovery Channel, tapi yang kena getah teman-teman dari Malaysia. Kalau kurang akrab, memang ada saja salah paham," katanya.

sumber : vivanews.com