Pages

Senin, 22 Februari 2010

Menahan Keinginan Berbelanja? Bisa, Kok!


Berbelanja bisa menjadi semacam jalan singkat pelepas stres. Bahkan bisa menjadi semacam penumbuh rasa bangga, dan membuat Anda merasa bahwa Andalah yang mengendalikan hidup Anda," terang April Lane Benson, Ph.D., psikolog yang mendalami seputar kelainan dalam hal berbelanja kompulsif di situs Glamour. Supaya Anda bisa menahan diri agar tidak kebablasan berbelanja, simak caranya;

Window-shop tanpa uang
Rasa kegirangan sesaat pada pecandu berasal dari dopamine. Dopamine adalah zat kimiawi di dalam otak yang muncul ketika Anda melakukan suatu hal yang memuaskan. Perasaan euforia itu datang ketika Anda melakukan aktivitas yang memaparkan Anda pada sesuatu yang disukai. Misal, Anda melihat barang baru yang unik dan bagus di mata Anda. Agar tak terbujuk "kebaruan", cobalah untuk melakuan window-shop tanpa membawa uang berlebih maupun kartu kredit/debet. Jika Anda memang masih memikirkan barang tersebut setelah dua-tiga hari, coba datang kembali, kali ini Anda sudah melihat untuk kedua kalinya. Hal ini biasanya akan mengurangi rasa penasaran dan keinginan impulsif untuk membeli barang baru yang muncul di awal "pertemuan".

Jangan membuat ajang berbelanja sebagai acara sosial
Menurut penelitian, para pebelanja yang datang bertiga, memiliki kemungkinan 7 persen lebih tinggi untuk melakukan pembelian impulsif ketimbang mereka yang berbelanja sendiri atau berdua. Jika Anda memang butuh bantuan untuk memberi masukan akan pakaian apa yang paling tepat untuk Anda, ajaklah teman yang bukan tukang belanja, jadi ia bisa membantu Anda mengerem keinginan berbelanja dengan nasihat-nasihatnya.

Bayar dengan uang tunai
Kartu kredit memiliki kekuatan mengelabui orang untuk berpikir bahwa mereka tidak mengeluarkan uang, ungkap Sheryl Garrett, perencana keuangan dari serial On the Road. Anda bisa membeli sesuatu, lalu lupa bahwa Anda baru saja mengeluarkan uang, karena tagihannya baru tiba di rumah Anda berminggu-minggu kemudian. Sementara ketika Anda membeli barang dengan uang tunai, kesannya lebih mendalam. Merelakan lembaran-lembaran uang yang terlihat lebih terasa pedih di dalam dada. Secara rata-rata, orang yang membayar dengan uang tunai lebih hemat 12-18 persen tiap kali belanja ketimbang berbelanja dan membayar dengan kartu. Perlu diingat, jika Anda tak bisa membayar dengan tunai sekarang, kemungkinan terbesar adalah Anda memiliki kesulitan untuk membayar apa pun itu yang Anda beli, ujar Garrett.

Tunjuk pemicunya
Alihkan perhatian dari toko-toko yang biasanya membuat Anda tak tahan untuk tidak berbelanja. Misal, Anda merasa kesulitan untuk tidak berbelanja ketika tiba di toko buku, maka batasi diri Anda untuk belanja dengan maksimal jumlah uang atau jumlah buku. Kuatkan tekad Anda!

Petakan jalur toko
Makin banyak gang di dalam toko yang Anda lewati, makin banyak pembelian di luar rencana yang Anda lakukan. Keinginan untuk melakukan pembelian mendadak naik hingga 10 persen ketika Anda mengelilingi seluruh gang di toko. Karena ketika Anda mengelilingi seluruh gang di dalam toko itu, Anda akan melihat macam-macam barang, begitu pula penawaran khusus sehingga akhirnya akan membuat Anda makin tergoda. Rencanakan apa yang ingin Anda beli, termasuk letak-letaknya sebelum Anda pergi berbelanja. Pastikan Anda hanya melihat di gang-gang tersebut, tidak masuk gang lain.

Bedakan keinginan dan kebutuhan
Ketika Anda akan membeli barang, tanyakan pada diri Anda, apakah saya punya barang semacam ini di rumah? Apakah saya bisa hidup tanpa barang ini? Namun, memang masih baik untuk membeli barang yang Anda inginkan sesekali, tapi batasi, jangan sampai ternyata Anda sudah memiliki barang tersebut lebih dari 1 di rumah.

Buku harian belanja
Jika pengeluaran impulsif adalah hal besar bagi Anda, coba buat catatan pengeluaran Anda dan apa yang dirasa saat Anda mencatat barang-barang yang Anda beli tersebut. Lakukan hal ini setiap hari selama beberapa minggu, dan perhatikan polanya. Apakah Anda membeli kue 3 buah kue muffin setiap hari karena lapar atau karena ingin saja? Atau apakah Anda ke mal karena ada keperluan mendesak atau karena rasa ingin?

Kita memiliki kecenderungan berbelanja untuk mengatasi gejolak emosi. Ketika kita sedang merasa senang, atau sangat sedih, kita berusaha mengembalikan mood dengan melakukan hal yang kita sukai, seperti berbelanja. Para peneliti di Inggris mengatakan, bahwa para pebelanja merasa berbelanja bisa mengembalikan mood-nya, dan membuat mereka merasa menjadi orang yang mereka ingini.

Berikan waktu
Ketika Anda melihat celana yang bagus, dan ada keinginan untuk membeli, coba pegang barang tersebut, sambil berkeliling toko, setidaknya selama 15 menit. Celana itu akan mulai kehilangan rasa "wah"-nya jika Anda biarkan momen itu menghilang sebentar.

NAD

Editor: NF

Sumber: redbook

"Warga Mengira dr Poch Mantan Tentara NAZI"

KursiTerbalik.com - Berlin, Argentina, Brazil, dan Indonesia diduga jadi tempat akhir hayat mantan diktator Jerman, Adolf Hitler. Di Indonesia kisah soal Hitler muncul dari sosok dokter bernama Poch -- dokter Jerman di Sumbawa Besar.

Aries Zulkarnaen, salah satu saksi keberadaan dr Poch mengatakan dokter itu punya dua kepribadian yang bertolak belakang, pemarah namun sering bercanda dengan warga.

"Dia pemarah, banyak memberi resep dengan mulut [menyebutkan nama obat], tapi kalau ada yang tanya lagi, dia bilang, kan sudah saya bilang," kata Aries ketika dihubungi VIVAnews, Senin 22 Februari 2010.

Poch juga akan marah jika pasiennya menyebut penyakit yang mereka derita. "Apa kamu dokter?," kata Aries, menirukan gertakan yang sering diucapkan Poch.

Ditambahkan Aries, Poch yang dia kenal juga humoris. "Nggak takut guyon dengan masyarakat," kata dia.

Yang paling menonjol dari Poch, ungkap Aries, adalah caranya menyetir mobil Jeep kap terbukanya.

"Jalan-jalan di Sumbawa dulu belum bagus, tapi dia menyetir dengan satu jari. Luar biasa," kata Aries.

"Itu tanda-tanda dia mantan tentara," tambah Aries.

Meski tak pernah menyangka bahwa Poch adalah Hitler, Aries mengaku masyarakat memperkirakan dia mantan tentara NAZI.

"Dia sangat enerjik, kelihatan sekali tentaranya. Warga saat itu sudah mengira dia mantan tentara NAZI," jelas dia.
***

Sebelumnya, di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983 terdapat sebuah artikel tentang Hitler. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo -- dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama 'Hope' di Sumbawa Besar.

Dia menceritakan pengalamannya bertemu dengan dokter tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut. Orang itu diduga Hitler.

Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal --- Dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.

Kemudian, tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul.

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya -- yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.

Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.

Sosro mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu bergetar. Saat menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya pada istrinya yang lalu menjawab, "ini terjadi ketika Jerman kalah di pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan padamu bahwa kau memukuli meja berkali-kali."

Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal dengan Hilter. Kata Sosro, istri Poch, yang diduga Eva Braun, beberapa kali memanggil suaminya 'Dolf', yang diduga kependekan dari Adolf Hitler.

sumber : vivanews.com


RS Omni Kerja Keras Jaring Pengunjung

KursiTerbalik.com - Setelah kasus Prita, yang berakibat pada hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap RS Omni International, kini RS itu mulai pulih. Jumlah pasien yang berkunjung untuk berobat mulai normal.

"Jumlah pasien sudah mulai normal, sekitar 400 orang per hari. Sewaktu ada kasus Prita memang sempat anjlok," ujar Bina Ratna Kusuma Fitri, Direktur RS Omni International, Sabtu 20 Februari 2010.

Menurut Bina, jumlah kunjungan pasien mulai normal dalam dua bulan terakhir. Untuk memulihkan kepercayaan itu, pihak RS Omni International harus kerja keras. Oleh karenanya, manajemen gencar menggulirkan berbagai macam program promosi, dan kegiatan kemasyarakatan. "Program promosi terus berjalan, baik itu ada kasus maupun tidak. Karena ini sudah menjadi komitmen kami," katanya.

Namun, kepercayaan masyarakat belum sepenuhnya pulih. Seperti yang ditemui, ada pasien yang berobat hanya untuk sakit ringan, tidak untuk sakit berat yang mengharuskan dirawat inap. "Kalau cuma batuk dan flu seperti musim hujan sekarang, tak apa-apa berobat ke sini. Tapi kalau sakit berat, rasanya tidak," ucap Mely Qing.

Menurut Mely, untuk memulihkan kepercayaan masyarakat butuh waktu yang lama. "Konsumen tentu melihat dulu perkembangannya. siapa tahu masih ada kasus lainnya," tandas Mely yang sedang mengantar putrinya, yang sakit batuk.

Widianingsih, warga perumahan Alam Sutra, yang juga sedang menjenguk temannya berobat ke RS Omni, mengatakan kualitas pelayanan RS Omni kini membaik setelah kasus Prita. "Sekarang ini kalau mau masuk ke lobi RS, dibukakan pintu seperti di hotel. Petugasnya juga ramah, tidak seperti dulu," ucapnya.

Widianingsih mengaku belum percaya pada layanan di RS Omni. Jika sakit, dia justru memilih RS lain, seperti RSI Bintaro, atau ke Siloam Hospital di Lippo Karawaci. "Untuk berobat tidak dulu deh. Saya belum percaya saja," tegasnya.

Sementara itu, kata Bina untuk menarik minat masyarakat berobat ke RS Omni International, pihaknya akan segera membuka layanan khusus bagi sakit jantung dan syaraf. "Selain itu kami juga mau buka pusat penyembuhan sakit diabetes," ujarnya.

Menurut Bina, potensi pasar untuk menjerat pasien sakit jantung dan syaraf di wilayah Tangerang, cukup baik. "Tren sakit jantung dan syaraf cukup tinggi. Buktinya, dari sekitar 400 orang pasien yang berobat ke sini setiap hari, sekitar 40 persen adalah pasien sakit jantung dan syaraf," ucapnya.

sumber : vivanews.com


Jejaka itu Ingin Diakui Jadi Pria Termungil


KursiTerbalik.com - Seorang pria asal Nepal pekan ini tengah menjalani misi penting di luar negeri. Pria bernama Khagendra Thapa Magar itu rupanya ingin mendapat pengakuan internasional sebagai manusia dewasa termungil di dunia.

Dengan tinggi badan hanya 56 sentimeter, Magar bersama ayahnya bertandang ke London. Di ibukota Inggris itu, mereka berencana mengajukan permohonan ke Guinness World Records, lembaga pencatat rekor dunia yang sudah diakui di manca negara.

Menurut laman stasiun televisi BBC, Magar sebelumnya berpromosi ke sejumlah negara Eropa. Italia menjadi tujuan pertama mereka, Minggu 21 Februari 2010.

"Kami ke Italia dalam rangka mencatatkan namanya dalam Guinness Book of World Records," kata si ayah, Rup Bahadur Thapa Magar, kepada para wartawan di Kathmandu, Nepal. Mereke berencana tampil dalam pertunjukan televisi di Italia untuk menceritakan maksud dan tujuan mereka di Eropa.

Bila sudah berada di Italia, mereka akan memutuskan negara tujuan berikutnya. Sebenarnya Magar sudah mengajukan diri agar statusnya tercatat di buku rekor dunia pada Oktober tahun lalu, tetapi belum ada tanggapan dari Guinness.

Lahir di distrik Baglung, Nepal, Magar mulai berjalan saat berusia delapan tahun, namun dia berhenti tumbuh sejak usia sebelas tahun.

Keluarga Magar pernah mengajukan permohonan serupa saat putra mereka berusia 14 tahun, tetapi ditolak karena Magar belum tergolong dewasa dan ada kemungkinan tubuhnya akan bertambah tinggi. Namun, bertahun-tahun tubuh Magar tetap saja mungil. Dokter di Nepal pun tidak bisa menjelaskan penyebab mungilnya tubuh pria kelahiran 1992 itu.

Maka, saat usianya kini tergolong dewasa dan siap menuju Eropa, para pendukung Magar ikut mengantarnya ke bandara sambil membawa karangan bunga dan kalung bunga. Mereka yakin tubuh mungil Magar bisa menumbuhkan kebanggaan yang besar bagi Nepal bila berhasil diakui oleh Guinness Records.

Rekor manusia terpendek saat ini dipegang oleh He Pingping dari China, dengan tinggi badan 73 sentimeter.

sumber : vivanews.com

Karyawan Berhenti Merokok, Perusahaan Beri Bonus

KursiTerbalik.com - Enak betul jadi pegawai di Finlandia, selain terima gaji bulanan, jika berhenti merokok mereka juga diberi imbalan!

Makin banyak pejabat kotapraja dan pemilik perusahaan di negeri itu mendorong sebagian bahkan membayar pegawai mereka agar menghentikan kebiasaan merokok.

Para pejabat di kotapraja Espoo dan Nokia, sebagaimana dilaporkan media lokal, Minggu (21/2/2010), sudah melarang orang merokok, sementara Helsinki, Vaasa, dan Seinajoki saat ini berusaha membuat kampus mereka bebas tembakau. Di antara rencana kotapraja, wilayah rumah sakit telah menjadi gagasan pertama pejabat bagi kebijakan bebas rokok. Semua universitas di Oulu dan Kuopio juga telah menerapkan larangan merokok.

Perusahaan di sektor swasta di Finlandia mulai dari rangkaian hotel sampai perusahaan susu dan asuransi saat ini membuat tempat kerja mereka jadi daerah bebas rokok. Rokok berbahaya bagi kesehatan pekerja, dan makin banyak pejabat Finlandia sangat ingin pegawai mereka berhenti merokok. Mereka percaya bahwa penanaman modal mereka akan tertebus dalam bentuk pekerjaan yang lebih efisien dan berkurangnya cuti sakit.

Namun, Profesor Kari Reijula di Lembaga Kesehatan Tempat Kerja Finlandia menyatakan, atasan tak boleh memaksa orang berhenti merokok. Untuk alasan itu, para atasan di Finlandia menanggung biaya bagi terapi pengganti nikotin atau memberi imbalan insentif uang buat pegawai yang menghentikan kebiasaan mereka merokok.

Perusahaan yang lebih berminat, seperti perusahaan Forklif dan Derek Pekkaniska, telah mengesahkan rencana insentif guna mendorong perokok menghentikan kebiasaan mereka dan bukan secara paksa melarang kebiasaan itu.

Juru bicara perusahaan tersebut mengatakan, seorang pegawai yang berhasil menghentikan kebiasaan merokok selama satu tahun akan menerima bonus sebanyak 1.000 euro dan 170 euro setiap tahun sesudahnya karena mampu mempertahankan diri bebas rokok.

Perusahaan itu juga menawarkan bonus uang kontan buat pekerja yang tidak minum alkohol, dan kepada mereka yang secara rutin berolahraga.

sumber : kompas.com